HousingEstate, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim realisasi pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah tahun 2018 jauh melampaui target. Yaitu, 1.132.621 unit. Ini untuk pertama kalinya targetnya mencapai 1 juta, bahkan lebih banyak. Dari jumlah itu, 69 persen atau 785.641 unit disebut sebagai rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sisanya atau 346.980 unit (31 persen) rumah non-MBR.

Untuk rumah MBR, Kementerian PUPR diklaim membangun 217,064 unit. Terdiri dari rumah susun (rusun) 11.655 unit, rumah khusus 4.525 unit, dan rumah swadaya 200.884 unit. Sedangkan 111.821 unit dibangun pemerintah daerah, terdiri dari rusun 9.430 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Pembangunan Baru (BSPS PB) 6.937 unit, dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Peningkatan Kualitas (BSPS PK) 95.454 unit.

Selebihnya 447.364 unit dibangun perusahaan pengembang ditambah masyarakat 8.934 unit, dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) 458 unit. Untuk rumah non-MBR, perusahaan pengembang membangun 290.656 unit dan masyarakat 56.324 unit dibangun masyarakat.

Tahun ini Kementerian PUPR cq Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menargetkan membangun 6.873 unit rusun, 206.500 unit rumah swadaya, 2.130 unit rumah khusus, ditambah bantuan prasarana dan sarana umum bagi 13.000 rumah seperti jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah, dan jaringan air minum. Program Sejuta Rumah yang diniatkan untuk mengurangi akumulasi kekurangan pengadaan atau backlog rumah (tahun 2015 diklaim mencapai 7,6 juta unit) dilansir Presiden Jokowi akhir April 2015.

“Program itu tahun 2018 telah menembus target, hasil kerja keras seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) bidang perumahan. Ke depan kami makin optimistis pencapaian program akan semakin besar sehingga angka backlog bisa terus diturunkan,” kata Khalawi Abdul hamid, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Ia optimistis karena pencapaian program selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2015 realisasinya diklaim 699.770 unit, tahun 2016 tercatat 805.169 unit, tahun 2017 mencapai 904.758 unit. Dengan demikian total selama 3,5 tahun program berjalan, realisasinya mencapai 3.542.318 unit atau rata-rata satu juta unit per tahun alias mencapai target.

“Kemampuan pemerintah menyediakan hunian melalui APBN hanya sekitar 20 persen. Jadi, dibutuhkan peran semua pihak untuk meningkatkan suplai perumahan. Peran pemerintah yang kecil hanya stimulus untuk mendorong pihak lain terus memperbesar kapasitas produksi rumahnya khususnya untuk segmen MBR,” jelasnya.