HousingEstate, Jakarta - Kinerja penjualan CitraRaya (2.760 ha), proyek berskala kota lain Ciputra Group di Cikupa, Tangerang (Banten), selama tahun 2018 juga tergolong masih bagus di tengah kondisi pasar yang masih melesu. Selama Januari-Oktober 2018 bisa menjual 695 unit rumah. Penjualan tersebut disumbang empat klaster hunian/apartemen ditambah ruko serta rumah eksisting yang sudah lebih dulu dikembangkan.

PENJUALAN TERUTAMA DISUMBANG OLEH TIGA KLASTER RUMAH TAPAK DAN SATU PROYEK APARTEMEN LOW RISE.

Keempat klaster itu adalah West Portofino at Villago yang menawarkan rumah seharga Rp514–740 juta, klaster EcoResidence at Ecopolis yang menjual rumah seharga Rp699 juta–1,4 miliar/unit, EcoHome Apartment at Ecopolis dengan unit seharga Rp213–324 juta/unit, dan klaster Carona Park at Lugano dengan rumah seharga Rp584–785 juta/unit.

Klaster West Portofino sudah sold out, klaster EcoResidence sudah terjual 80 persen. Sementara unit apartemen EcoHome dan rumah di klaster Carona masih tersedia cukup banyak. “Penjualan kami selama Januari-Oktober 2018 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya naik sekitar lima persen,” kata Yance Onggo, Associate Director PT Ciputra Residence, pengembang CitraRaya.

Housing Estate Awards 2018
CITRARAYA
Most Favoured Middle Class-Township Scale Housing Estate in Tangerang

Kawasan baru

Apartemen EcoHome saat ini memasarkan tower Yashinoki yang berisi unit tipe studio B seluas 15,32 m2 seharga Rp220,2 juta, studio A 16,28 m2 Rp234 juta, dan studio C 22,98 m2 Rp327 juta. Sebagian besar konsumennya karyawan swasta nasional dan multinasional yang bekerja di ratusan manufaktur di Cikupa yang hanya mampu membeli hunian seharga Rp200–300 jutaan. Banyak juga konsumennya investor yang ingin menyewakan unitnya setelah serah terima kelak.

Selain mahasiswa Universitas Esa Unggul yang sudah memiliki kampus sendiri di CitraRaya, calon penyewanya bisa dari kalangan pekerja di berbagai manufaktur di Cikupa dan sekitarnya itu. Suasananya eksklusif, nyaman, tarif sewa terjangkau, dan dekat dengan beragam fasilitas di CitraRaya yang sudah lengkap termasuk fasilitas rekreasi seperti water park dan theme park serta rumah sakit, supermarket, dan area kuliner atau gaya hidup. Mulai awal tahun 2018 juga sudah dimulai pembangunan Mal Ciputra dengan target beroperasi mulai tahun 2020.

“Keunggulan CitraRaya, sudah menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan penghuni. CitraRaya sudah betul-betul kota mandiri dan fasilitas itu terus menerus ditambah. CitraRaya adalah township (proyek kota baru) terbesar yang dikembangkan Ciputra Group,” jelas Yance.

 

Kawasan baru

Sebagai pilihan hunian bagi konsumen setelah klaster Portofino at Villago terjual habis. September 2018 Ciputra Residence membuka kawasan baru Lugano Lake Park (200 ha). Klaster pertamanya Carona Park at Lugano menawarkan rumah seharga mulai dari Rp500 jutaan dengan tiga pilihan tipe: 34/72 berharga Rp584 juta, 45/84 Rp700 juta, dan 51/96 Rp765 juta. “Permintaan rumah seharga mulai dari Rp500 jutaan di CitraRaya ternyata masih tinggi. Itu latar belakang kami memasarkan Carona Park,” ujar Yance.

Sementara sebagai alternatif pilihan bagi konsumen setelah klaster Eco Residence at Ecopolis terjual 80 persen, November 2018 dirilis klaster baru Pine Tree di kawasan Ecopolis yang menawarkan rumah dua lantai tipe 79/66 berharga Rp875 juta, 92/77 Rp1 miliar, dan 103/84 Rp1,1 miliar. Kawasan Ecopolis (100 ha) dikembangkan PT Ciputra Residence bekerja sama dengam Mitsui Fudosan Residential, developer asal Jepang. Karena performa penjualannya yang cukup baik itu, CitraRaya memperoleh penghargaan “Most Favoured Middle Class-Township Scale Housing Estate In Tangerang” dalam ajang Housing Estate Awards 2018 yang diadakan majalah HousingEstate dan housing-estate.com di Jakarta, 12-12-2018.