HousingEstate, Jakarta - Tanjung Bunga (1.000 ha) dekat Pantai Losari adalah barometer pasar properti di Makassar, Sulawesi Selatan, khususnya untuk segmen mmenengah. Saat pasar melempem, penjualannya masih bagus. PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk, pengembangnya, rata-rata bisa meraup Rp19 miliaran/bulan. Hingga Oktober 2018 rumah yang terjual 350-an unit senilai Rp193 miliaran, menempatkan Tanjung Bunga sebagai perumahan menengah berskala kota (township) terlaris di Makassar tahun ini. Karena itu mendapatkan Housing Estate Awards 2018 kategori “Most Favoured Middle Class-Township Scale Housing Estate in Makassar”.

HARGA TERJANGKAU, DEPE RINGAN, DAN KEBARUAN DESAIN MENJADI KUNCI KEBERHASILAN PEMASARANNYA.

Respon pasar yang cukup bagus karena rumah di Tanjung Bunga paling terjangkau di kawasan Losari. Harganya Rp300–700 jutaan/unit. Bandingkan dengan rumah di proyek water front city seluas 157 ha di atas lahan reklamasi di pantai yang sama besutan developer ternama lain yang harganya paling murah Rp2,8 miliar. Padahal, jaraknya dengan klaster yang dikembangkan Tanjung Bunga hanya 2-3 km.

Housing Estate Awards 2018
TANJUNG BUNGA
Most Favoured Middle Class-Township Scale Housing Estate in Makassar

M Harrys H, Associate Director GMTD, menyebutkan, pembangunan proyek reklamasi yang menyasar kelas atas itu berpengaruh positif terhadap proyeknya. “Ekspektasi konsumen makin tinggi karena Losari akan menjadi kawasan elit. Konsumen yang tidak mampu menjangkau hunian di kawasan reklamasi, larinya ke Tanjung Bunga,” katanya.

Tanjung Bunga juga cukup ideal untuk tempat tinggal karena lokasinya tidak jauh dari pusat kota Makassar. Di kawasan juga ada Trans Studio, rumah sakit, dan sekolah favorit. Cara bayarnya juga market friendly. Semua rumah di bawah 70 m2 dapat dibeli dengan depe lima persen diangsur tiga bulan. Dengan syarat itu kalangan menengah yang membeli rumah tipe 30/60 seharga Rp350 jutaan, cukup menyediakan uang muka Rp17,5 juta atau Rp5,8 juta/bulan.

Itulah yang membuat transaksi Maret 2018 melonjak tajam hingga Rp70 miliar, terutama dari penjualan rumah di klaster baru Rosemary di kawasan Green River View (80 ha), sekitar 10 menit dari Losari. Tipe rumahnya 30/60, 41/72, dan 51/90. Rumahnya juga dirancang inovatif, tanpa dinding belakang sehingga menyatu dengan taman dan terkesan lebih lapang. Plafonnya tinggi 3,2 meter yang membuat sirkulasi udaranya optimal.

Untuk keamanan, di atas taman belakang yang terbuka dipasang teralis besi dan kawat nyamuk. Desain itu disukai konsumen. Rumah di tahap pertama sold out, disusul pemasaran tahap berikutnya September 2018. Kawasan Green River View yang menjadi lokasinya juga dirancang bagus. Jalan utama dibagi dua arah dilengkapi pedestrian, di kanan kirinya untuk area komersial. Dari 12 klaster, tujuh sudah terbangun. GMTD memasarkan rumah lebih besar di klaster Marigold Residence (100 unit) tipe 58/90, 68/90, 88/90 seharga Rp700-800 jutaan. Sebagian besar yang dipasarkan di tahap pertama sudah terpesan.