HousingEstate, Jakarta - Royal Tajur adalah perumahan terluas yang masih dipasarkan di Kota Bogor. Lokasinya berada di Jl Raya Tajur, tidak jauh dari tempat tujuan wisata belanja tas Tajur, atau sekitar 4-5 km dari pintu tol Baranangsiang di ruas tol Jagorawi. Dari 80 ha lahannya, belum ada separuhnya yang dikembangkan. Pada acara tahunan Green Property Awards (GPA) 2018 yang diadakan majalah HousingEstatae dan portal www.housingestate.id di Jakarta, 12-12-2018, proyek PT Tajur Surya Abadi ini juga mendapatkan penghargaan untuk desain rumah tipe 40/90 di klaster The Avebury kategori green design.

RUMAH DIDESAIN COUPLE, BERPLAFON TINGGI, DAN MEMILIKI BUKAAN JENDELA DI DEPAN, BELAKANG, DAN SAMPING.

Royal Tajur sendiri memenuhi empat dari delapan kriteria ramah lingkungan yang dipakai sebagai acuan penilaian GPA. Pertama, perumahan dibangun berdasarkan master plan yang ditentukan pemerintah setempat dengan koefisien dasar bangunan (KDB) 30 persen, baik di kawasan maupun di setiap kaveling. Jadi, ruang terbuka hijaunya besar. Developer juga menata lahan di garis sempadan sungai yang melalui areal perumahan dengan berbagai tanaman keras.

Green Property Awards 2018
KLASTER THE AVEBURY, ROYAL TAJUR
Green Design

Kedua, untuk kriteria pengelolaan air, Royal Tajur sepenuhnya memanafaatkan suplai air bersih dari PDAM, bukan air tanah. Developer juga berupaya meresapkan air hujan sebanyak mungkin ke dalam tanah termasuk melalui lubang-lubang biopori. Air hujan di klaster The Avebury sebelum dialirkan ke sungai, akan ditampung sementara di kolam atau pond yang saat ini sedang dibangun. Jadi, hanya over flow-nya yang dilepas ke saluran kota.

Ketiga, infrastrukturnya juga dikembangkan dengan pendekatan hijau. Misalnya, jalan utama dan jalan lingkungan di dalam klaster memakai perkerasan blok paving. Jadi, jalanan tetap bisa meresapkan air dan mengurangi run off. Developer juga meletakkan semua utilitas di dalam tanah sehingga lingkungan hunian jadi rapi.

Keempat, yang paling kuat, desain bangunannya hemat energi. Di klaster The Avebury misalnya, developer mengembangkan rumah tipe 40 di atas kaveling 7,5 x 12 m2 secara couple (dua-dua), sehingga memungkinkan ada jendela di samping selain di depan dan belakang. Ruang keluarganya juga didesain berplafon tinggi dilengkapi jendela samping. “Dengan desain seperti itu, sirkulasi udara di dalam rumah menjadi lebih lancar. Rumah sehingga nyaman dan sejuk tanpa AC, serta terang alami,” jelas Ardian Hendra, Project Manager Royal Tajur.

Royal Tajur perlu mengembangkan fitur green lain semampunya. Misalnya, mengajak partisipasi penghuni mengurangi pembuangan sampah, dengan cara memilah sampah sejak di rumah antara yang organik dan anorganik, mengolah yang organik menjadi pupuk dan sebagian yang anorganik menjadi barang daur ulang. Jadi, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hanya sedikit.