HousingEstate, Jakarta - PT Graha Tunas Selaras (a subsidiary PT Agung Podomoro Land Tbk/APL) akhir Desember 2018 memulai proses serah-terima unit apartemen pengembangan tahap pertama di Podomoro Golf View (60 ha), Jl M Tohir, Gunung Putri, Bogor, di jalur tol Jagorawi. Yaitu, unit di tower Balsa, Cordia, dan Dahoma, sebanyak 4.000 unit. Kini Podomoro Golf View (PGV) memasarkan tower Ekki berisi sekitar 1.400 unit hunian. Tipe unit studio 23 m2 seharga Rp298 juta, satu kamar tidur (KT) 26 m2 Rp330 juta, 2 KT 48 m2 Rp488 juta, dan 3 KT Rp730 jutaan.

PROYEK DIKEMBANGKAN TERINTEGRASI STASIUN LRT JABODETABEK YANG MEMPERTEMUKAN ANEKA MODA TRANSPORTASI.

Menurut Alvin Andronicus, Assistant Vice President Marketing APL, PGV dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD), terintegrasi transportasi massal, dalam hal ini stasiun kereta ringan atau light rail transit (LRT) Cibubur-Bogor yang akan dibangun tahun 2019 melintasi jalur tol Jagorawi. Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono kepada HousingEstate, BPTJ sudah menyetujui konsep TOD PGV itu. “Kelak PGV terintegrasi dengan stasiun LRT Gunung Putri,” katanya.

Green Property Awards 2018
PODOMORO GOLF VIEW
Green Transportation

Saat ini PGV sudah mengoperasikan Transfer Point LRT Gunung Putri di arealnya sebagai hub bus besar-kecil yang melayani berbagai titik di Bogor dan Depok lewat PGV. Jadi, penghuni PGV kelak mudah mencapai berbagai penjuru Jabodetabek dengan LRT atau angkutan umum lain. APL sudah membangun gedung lima lantai di Transfer Point itu untuk parkir kendaraan (park & ride) dilengkapi ruang usaha “Jadi, nanti sambil nunggu kereta, calon penumpang bisa sarapan dulu atau belanja kebutuhan lain. Struktur gedungnya sudah selesai, tinggal finishing,” ungkap Alvin.

Karena dikembangkan dengan konsep TOD itu, PGV mendapat Green Property Awards 2018 dari HousingEstate untuk kategori Green Transportation. Aplikasi green lain dalam bentuk penyediaan green waste house seperti yang sudah diterapkan di superblok Podomoro City, Jakarta. Di green waste house itu sampah organik dan anorganik dipilah. Sampah organik diolah jadi pupuk basah dan cair untuk nursery (kebun tanaman), budi daya sayur mayur secara hidroponik, dan lansekap proyek-proyek APL. Sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan botol diserahkan kepada pemulung. Sisanya baru dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik Pemprov Jakarta. “Pengelolaan sampah melalui green waste house akan jadi model di seluruh proyek APL, karena sukses kami terapkan di Podomoro City,” ujarnya.

Sedangkan limbah cair dari semua unit diolah di Sewage Treatment Plant (STP). Air hasil olahannya digunakan untuk menyiram tanaman, tanaman di nursery, flushing kloset, dan lain-lain. PGV yang dilintasi anak Kali Cikeas sepanjang lebih kurang 2 km juga akan mengembangkan sentra kuliner dan area hangout ramah lingkungan di sepanjang sisi sungai itu. PGV sedang dan akan dilengkapi banyak fasilitas, mulai dari street mall, factory outlet, sarana pendidikan termasuk universitas, sampai sarana ibadah, rumah sakit, selain area hangout itu.