HousingEstate, Jakarta - CitraRaya (2.760 ha) di Cikupa, Tangerang, Banten, saat ini adalah township terbesar yang dikembangkan Ciputra Group. Sebagai kota mandiri terbesar di selatan Tangerang, semua kebutuhan penghuni sudah disediakan pengembangnya PT Ciputra Residence di kawasan. Sarana pendidikan misalnya, sudah ada Sekolah Tarakanita, Sekolah Citra Berkat, dan Sekolah Citra Islam. Untuk perguruan tinggi, Universitas Esa Unggul sudah memiliki kampus sendiri di CitraRaya. Ada juga pusat kuliner CitraRaya Festival (Cifes) yang menyediakan aneka menu domestik dan global. Untuk kebutuhan sehari-hari, selain minimarket sudah lama beroperasi supermarket Giant dan Eco Plaza di kawasan Ecopolis. Sudah beroperasi juga RS Ciputra Hospital.

MAL DILENGKAPI SISTEM PENGELOLAAN AIR HUJAN DAN PENGOLAHAN LIMBAH.

Di luar itu masih ada toko perkakas dan aksesoris bangunan Ace Hardware, supermarket furnitur Informa, sport club, water park, theme park, Hotel Amaris, feeder bus menuju Jakarta dan sebaliknya, dan banyak lagi. “CitraRaya sudah memenuhi kriteria sebagai kota satelit. Semua fasilitas penghuni sudah tersedia di kawasan. Salah satu pertimbangan konsumen membeli rumah di CitraRaya adalah pengembangan dengan konsep terpadu (hunian dilengkapi semua fasilitasnya di satu lokasi) itu,” kata Yance Onggo, Associate Director PT Ciputra Residence.

Green Property Awards 2018
MAL CIPUTRA, CITRARAYA
Green Water Management

 

Mal Ciputra

Saat ini populasi CitraRaya sudah mencapai 17.000 KK atau lebih dari 65.000 jiwa. Sejalan dengan pesatnya pertumbuhan penduduk itu, Ciputra pun membangun Mal Ciputra. Lokasinya di CitraRaya Business District (CBD/15 ha). Selain mal, di CBD itu kelak dikembangkan juga hotel, apartemen, dan properti komersil lainnya. Total luas keseluruhan mall 120.000 m2 yang dikembangkan di atas lahan 4,5 ha dalam tiga tahap. Tahap pertama 45.000 m2 setinggi enam lantai (basement, lower ground, ground floor, serta lantai 1, 2, dan 3). “Pembangunannya dimulai awal 2018 dengan target beroperasi penghujung 2020,” ungkap Taufiq Hidayat, GM Planning and Design PT Ciputra Residence.

 

Konsep green

Mal yang dirancang arsitek kondang DP Architect (Singapura) ini dikembangkan dengan konsep green. Air limbah dari toilet-toiletnya misalnya, di-recycle di Sewage Treatment Plant (STP) seluas 400 m2. Air hasil olahannya digunakan untuk flushing kloset, menyiram tanaman, dan untuk irigasi.

Sementara air hujan ditampung di water tank dan dipakai untuk penyiram tanaman dan keperluan irigasi. “Air hujan tidak kami alirkan ke sungai, tapi dipakai untuk keperluan lansekap, mengairi irigasi, dan kalua masih tersisa baru dialirkan ke sungai,” jelas Taufiq. Lampu penerangan termasuk di area parkir dan taman menggunakan bohlam LED. Developer juga menggunakan cat eksterior dan interior dengan warna terang agar tidak menyerap panas seperti kuning, putih dan coklat.

“Mal Ciputra CitraRaya termasuk unit bisnis Ciputra yang menggunakan loan dari International Finance Corporation (IFC). Properti yang di-endors IFC wajib mengusung konsep green,” katanya. Karena konsep pengembangan itu, Mal CitraRaya mendapat Green Property Awards 2018 dari HousingEstate untuk kategori green water management.