HousingEstate, Jakarta - PT Pollux Kemang Superblok (PKS), anak usaha PT Pollux Properti Indonesia Tbk (PPI), menunjuk CNQC asal China sebagai kontraktor utama untuk membangun proyek superblok Gangnam District (2,5 ha) di Jalan Siliwangi, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat. Nilai kontrak konstruksinya mencapai Rp2 triliun untuk pembangunan delapan tower yang merangkum dua tower apartemen fase satu, enam tower apartemen fase dua, waterpark, dan F & B arcade di fase kedua.

Menurut CEO PPI Nico Po, pihaknya sangat selektif menentukan kontraktor yang akan menggarap proyek dengan kapitalisasi senilai Rp5 triliun ini, untuk menjamin kualiitas dan kepuasan konsumen. “CNQC merupakan perusahaan konstruksi berskala internasional. Selain sarat pengalaman, standar kualitas pekerjaannya juga menjadi pertimbangan utama kami menunjuk perusahaan ini,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Gangnam District berlokasi di pusat pertumbuhan dan bisnis Bekasi dan kawasannya terintegrasi dengan pengembangan kereta ringan atau light rail transit (LRT), kereta komuter Jakarta-Bekasi, dan akses tol. Di sekitarannya juga banyak fasilitas komersial dan bisnis seperti perkantoran, rumah sakit, mal, universitas, dan lain sebagainya.

Sales and Marketing Director PPI Maikel Tanuwidjaya menambahkan, penjualan proyek dilakukan dalam beberapa fase. Fase pertama tower apartemen A1 sebanyak 567 unit sudah mengalami kenaikan harga 10-15 persen sejak diluncurkan tahun 2017. Tipe unitnya mulai dari studio 22 m2 sampai dua kamar tidur (KT) 45,45 m2 seharga Rp300-600 jutaan/unit.

Tower A1 sudah sold out. Sekarang kami masih memasarkan fase satu untuk tower A2 yang progress pembangunan bore piling-nya sudah selesai dan dilanjutkan dengan substructure, upper structure, dan finishing oleh CNQC. Fase kedua akan kami pasarkan empat tower apartemen selain pengembangan beberapa fasilitas,” jelasnya.

PPI merupakan pengembang yang cukup sukses berekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Perusahaan ini juga telah resmi menjadi perusahaan go public dan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, 11 Juli 2018.

Saat ini PPI memiliki market cap lebih dari Rp15 triliun dengan portofolio proyek antara lain perkantoran World Capital Tower (WCT) di Mega Kuningan Jakarta, superblok Meisterstadt Batam, kondotel mewah Amarsvati di Lombok, superblok Chadstone Cikarang, CBD Pollux Technolopis Karawang, apartemen mewah Pollux Sky Suites di Mega Kuningan, dan Gangnam District.