HousingEstate, Jakarta - Proyek superblok Meisterstadt Batam (9 ha) di Jalan Ahmad Yani, Batam Center, Kota Batam, melakukan prosesi tutup atap (topping off) tower kedua apartemennya (A2). Pada Januari 2019 telah dilakukan topping off untuk menara pertama (A1) yang merupakan bagian dari pengembangan tahap pertama sebanyak empat menara. Meisterstadt Batam dikembangkan PT Pollux Barelang Megasuperblok, kolaborasi antara PT Pollux Properti Indonesia Tbk (PPI) dan keluarga besar mantan Presiden BJ Habibie.

Menurut CEO PPI Nico Po, progres proyek tepat jadwal. “Makanya kami menggandeng kontraktor terbaik, PT PP Tbk dan menggunakan Kone untuk lift dan escalator. Kone adalah perusahaan Finlandia yang jadi market leader dunia di bidang lift,” katanya melalui siaran pers di Batam, Selasa (6/3/2019).

Untuk fase pertama Kone akan memasang 20 lift high rise SMiniSpace dengan kecepatan mencapai 180 meter per menit. Kemudian empat lift tanpa ruang mesin Kone SMonoSpace, dan 14 eskalator Kone TravelMaster untuk dipasang pada area ritel. Maikel Tanuwidjaya, Sales and Marketing Director PPI menambahkan, dengan telah tutup atapnya tower kedua, secara resmi dipasarkan tower keempat (A5). “Ini tower penthouse pada fase pertama yang akan jadi masterpiece Meisterstadt Batam,” jelasnya.

Tower A5 berisi 385 unit hunian tipe studio 24 m2, satu kamar tidur (KT) 49 m2, 2 KT 66 m2, hingga 3 KT 80 m2. Harga untuk tipe 2 KT ditawarkan Rp1,6 miliar, tipe 3 KT Rp2 miliaran. Meisterstadt Batam akan memiliki 11 tower bangunan vertikal, yang terdiri dari delapan menara apartemen (total 6.500 unit), masing-masing satu tower hotel dan rumah sakit internasional, ditambah mal, pertokoan, dan perkantoran 100 lantai. Total investasi proyek disebut mencapai Rp11 triliun.