HousingEstate, Jakarta - AkzoNobel, perusahaan cat dan pelapis global serta produsen Dulux, mengumumkan pemenang Dulux Designer Awards (DDA) 2018, kompetisi yang diadakan untuk memicu penawaran solusi desain inovatif masa depan dan pengaktualan potensi  para arsitek dan desainer interior lokal dalam menciptakan tren desain lokal.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan bekerja sama dengan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) ini, AkzoNobel menantang para peserta menciptakan ruang hunian yang dapat diakses secara mudah dan nyaman melalui kompetisi bertema Universal Design for Living.

AkzoNobel menantang para peserta menciptakan ruang hunian yang ramah  pengguna (user-friendly) termasuk orang berkebutuhan khusus, inspiratif, dan menyenangkan dengan luas bangunan 36–45 m2.

Dua kategori yang dilombakan ditujukan untuk kalangan mahasiswa arsitektur dan arsitek profesional dengan masing-masing dua pemenang. Yakni, Best   Design  dan  Most  Inspiring  Design.

“Kompetisi ini bertujuan menyebarkan perubahan positif demi menanamkan nilai-nilai baru pada konteks social, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pembangunan  kota yang  diperuntukkan  bagi  semua  kalangan. Selama tiga tahun terakhir,  kami  bangga  melihat  bagaimana  wadah  ini dapat  terus  mengasah  dan menyoroti desainer muda berbakat dalam membentuk masa depan yang berkelanjutan,” kata Head of Brand & Consumer Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Anastasia Tirtabudi, usai diskusi “Universal Design for Living” sekaligus pengumuman pemenang Dulux Designer Awards 2019 di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Tim panel juri terdiri dari Lea Aviliani Aziz dan Chairul Amal Septono dari HDII, psikolog Ajeng Raviando, serta Anastasia Tirtabudi. Dalam kompetisi kali ini lebih dari 130 karya  yang  masuk.

“Kami percaya desain dan arsitektur yang hebat adalah yang mampu  bertahan  untuk jangka waktu yang sangat  lama,  menginspirasi  banyak  orang , dan  memperkaya  kehidupan mereka. Desain yang inovatif dapat meningkatkan cara kita menjalani kehidupan dan  memungkinkan membangun kota yang inklusif bagi semua orang dari berbagai lapisan masyarakat,” kata Chairul Amal.