HousingEstate, Jakarta - Apartemen Aerium di Taman Permata Buana, Jakarta Barat, merupakan proyek joint venture (JV) antara Sinar Mas Land (SML) dan dua perusahaan Jepang Itochu dan Shimizu Corporation. Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 1,8 ha itu dikerjakan oleh PT Total Bangun Persada Tbk dan ditargetkan selesai tahun 2020.

“Keunggulan proyek ini, berada di kawasan CBD (pusat bisnis) Jakarta Barat yang fasilitasnya sangat lengkap, seperti mal, perkantoran, rumah sakit, sekolah internasional, dengan akses langsung ke seluruh jalan tol Jabodetabek,” kata Peter Makimian, Sales & Promotion Department Head Aerium, melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Aerium mencakup dua tower apartemen dan 18 unit townhouse. Tipe apartemennya dua kamar tidur (KT) berukuran 98,9-99,6 m2 dan 3 KT 165-144 m2 seharga mulai dari Rp3 miliar per unit sudah termasuk pajak. Konsep keseluruhan apartemen mengambil inspirasi dari tanaman aerium atau ruang terbuka.

Penerapannya pada proyek berupa sky garden atau taman atap di setiap empat lantai dan koridor semi terbuka di setiap lantai. Sekitar 75 persen total luas area kawasan untuk ruang terbuka dan fasilitas outdoor, guna mengusung konsep menyatu dengan alam sehingga bisa memberikan kenyamanan pada penghuni.

“Sebagai bagian dari publikasi dan marketing, ke depan akan banyak diadakan kegiatan untuk memperkenalkan konsep apartemen ini. Pekan lalu kami menyelenggarakan musical gathering bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-70 perancang Sir Harry Darsono. Nanti dilanjutkan dengan intimate gathering masih bersama Sir Harry untuk memperkenalkan unit unggulan Aerium,” jelas Peter.