HousingEstate, Jakarta - Pilihan pintu makin beragam. Antara lain dari baja seperti Fortress made in China ini. Fortress menggunakan plat baja dengan ketebalan 0,4-08 mm, kemudian dicelup zat anti karat dan diberi motif serta pewarnaan seperti urat kayu melalui pembakaran seperti proses  pengecatan bodi mobil. Menurut Reynaldi, Business Development PT Jaya Baru Steel (JBS), distributor Fortress, dengan proses seperti itu pintu lebih tahan dan kuat dibandingkan pintu konvensional. “Tampilan pintu baja Fortress tidak berbeda dengan pintu kayu asli, namun dengan berbagai kelebihan yang tidak ada pada kayu. Dulu produk seperti ini tidak digunakan karena membuat rumah seperti pabrik atau gudang. Tapi, sekarang (layak diaplikasikan di rumah tinggal karena) tampilannya tidak berbeda dengan pintu kayu konvensional,” katanya.

Ada tiga varian pintu baja Fortress. Yaitu, Urban (tebal 0,4 mm), Fortress dengan motif urat kayu dan putih polos (tebal 0,6 mm), dan Prime (tebal 0,8 mm). Dimensi pintu lebar 90-150 cm, tinggi 210-230 cm, dan tebal total 5 cm. Produk tersedia dalam tipe satu daun dan dobel. Setiap pintu dipasarkan sudah termasuk kusen, engsel, anak kunci, hingga peep hole (lubang pengintip). Harganya Rp2-5 jutaan/set. Karena anti karat, pintu Fortress bisa digunakan untuk kamar mandi kering (powder room). Selain lebih kuat, pintu diklaim tidak susut atau melengkung seperti kayu, ukuran lebih presisi sehingga memudahkan pemasangan, dan tampilan lebih kokoh. “Kami memberikan garansi warna dua tahun selama untuk penggunaan indoor. Di kantor kami pintu ini sudah digunakan selama tujuh tahun, tampilannya sama sekali tidak berubah. Perawatannya juga mudah, cukup dilap dengan kain lembab agar tetap tampil kinclong,” jelas Reynaldi.