HousingEstate, Jakarta - Pada semester kedua tahun 2018 PT Intiland Development Tbk melansir program Smart Deal Fest untuk menggenjot penjualan, dengan menggandeng beberapa bank untuk memberikan bunga ringan, gimmick promo, hingga hadiah langsung. Program diluncurkan selama 1 September hingga 30 November 2018. Intiland mengklaim program itu cukup sukses meningkatkan penjualan.

“Kami berhasil meraih penjualan Rp938 miliar dari program itu. Hasil penjualan itu disumbang kawasan industri dan proyek hunian seperti perumahan dan apartemen. Sekarang yang kita galakan untuk mendorong penjualan adalah kampanye #LivingConnected dengan beroperasinya MRT Lebak Bulus-Bundaran HI,” kata Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, kepada housingestate.id di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Archied juga menyebut, produk properti hunian masih bisa diandalkan untuk  meningkatkan pendapatan perusahaan. Saat ini Intiland mengembangkan sejumlah proyek hunian baik rumah tapak maupun apartemen. Untuk rumah tapak ada Serenia Hills, Talaga Bestari, Magnolia Residence, dan South Grove yang berlokasi di Jakarta dan Tangerang, serta perumahan Graha Famili dan Graha Natura di Surabaya.

Untuk apartemen Intiland mengandalkan penjualan dari beberapa proyek di Jakarta seperti 57Promenade, 1Park Avenue, dan Regatta. Sementara di Surabaya ada Graha Golf, The Rosebay, dan Praxis. Tahun 2018 Intiland mencatat penjualan (marketing sales) Rp2,28 triliun atau lebih rendah 22,1 persen dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp2,93 triliun. Pencapaian 2018 tersebut hanya 67,5 persen dari target perusahaan Rp3,38 triliun.

Archied menyatakan, penurunan ini tidak terlepas dari situasi bisnis properti yang masih lesu, penurunan minat beli, dan banyaknya konsumen potensial yang melakukan aksi wait and see ketimbang membelanjakan uangnya di sektor properti. Kendati turun, Intiland bisa meningkatkan kinerja pendapatan berulang (recurring income) yang mencapai Rp595,7 miliar atau naik 12,8 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp528,2 miliar.

“Kita harus lebih jeli dan selektif menerapkan berbagai strategi. Yang kita lihat saat situasi seperti ini, segmen pengembangan kawasan perumahan masih cukup baik membukukan marketing sales sebesar Rp569,2 miliar atau naik 17,8 persen. Ini menegaskan, segmen properti hunian masih cukup baik dan permintaannya juga masih cukup tinggi. Makanya kami masih akan berkonsentrasi pada pemasaran tujuh proyek hunian kami,” katanya.