HousingEstate, Surabaya - Kementerian PUPR meminta para pengembang yang tergabung dalam asosiasi Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) untuk mendukung pelaksanaan Program Satu Juta Rumah. Untuk itu, Himperra diharapkan dapat melakukan koordinasi yang aktif baik dengan pemerintah pusat dan daerah serta pihak perbankan untuk memperbanyak pembangunan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.

“Kami berharap pengembang yang tergabung dalam Himperra dapat mendukung pemerintah dalam Program Satu Juta Rumah. Himperra juga harus lebih agresif dalam membangun rumah baik rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non MBR,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Himperra dan Pelantikan Pengurus DPD Himperra Provinsi Jawa Timur Periode 2019 – 2023 di Hotel Shangri La Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/5/2019).

Khalawi menjelaskan, meskipun usia Himperra baru satu tahun, tapi ternyata sepak terjang dalam pembangunan rumah di Indonesia cukup baik. Himperra, imbuh Khalawi, saat ini termasuk dalam jajaran tiga besar asosiasi pengembang perumahan khususnya bagi MBR.

“Usia Himperra baru satu tahun tapi kinerjanya sudah membahana di Indonesia. Ketua Himperra yakni Endang Kawijaya termasuk salah satu tokoh perumahan yang fokus pada pembangunan rumah MBR dan bekerja dari hati.,” ujarnya disambut tepuk tangan para peserta Rakornas.

Khalawi juga berpesan kepada Himperra untuk membangkitkan lagi semangat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah perumahan di Indonesia. Pasalanya, hingga saat ini konsep dan strategi yang baku yang dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang perumahan untuk jangka panjang.

“Pengembang Himperra harus mampu membangun rumah yang berkualitas, nyaman, aman dan sejahtera bagi para penghuninya. Himperra selain sebagai asosiasi di bidang usaha bisnis properti tapi juga tidak lepas dari ibadah seperti lambang Himperra yang mencerminkan rumah dan ada nuansa religinya. Semoga anggotanya juga tidak segan-segan untuk tetap beramal shodaqoh sehingga bisa membuat Himperra lebih besar dikemudian hari” terangnya.

Kementerian PUPR juga berharap, Himperra dapat berkoordinasi dengan sejumlah bank penyalur KPR bersubsidi FLPP seperti BTN dan bank-bank lainnya di Jawa Timur. Dengan demikian, para pengembang Himperra juga dapat bertindak sebagai motor penggerak pembangunan rumah khususnya KPR bagi MBR di daerah.

“Saat ini informasi dari BTN Jawa Timur kuota KPR FLPP di Jawa Timur sudah habis. Tentu hal ini menunjukkan bahwa pasar properti khususnya rumah bersubsidi di Jatim sangat diminati masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Himperra Endang Kawidjaja menyatakan, perjalanan Himperra sudah satu tahun tapi sebenarnya para anggotanya merupakan para pengembang yang sudah lama bergelut di bidang property. Saat ini jumlah anggota Himperra berjumlah ketiga terbesar setelah REI dan Apersi. Tapi kontribusi unit rumah yang dibangun tidak kalah dengan asosiasi pengembang lainnya.

“Kontribusi unit selama tahun 2017 sebesar 245.000 unit rumah MBR dan 2018 penyaluran KPR rumah bersubsidi di BTN konsisten di 220.000 unit dan dibank lain sekitar 35.000 sehingga total mencapai 255.000 unit,” terangnya.

Rakornas ini, imbuhnya, dilaksanakan untuk mengantisipasi dan koordinasi anggota agar lebih baik ke depan dalam Program Satu Juta Rumah. Pasalnya, pihaknya terus berupaya menggenjot pembangunan rumah di lapangan sesuai dengan permintaan pemerintah.