HousingEstate, Jakarta - Sentul Alaya besutan PT Karya Bintang Gemilang di perbukitan Sentul, Sentul Selatan, Bogor-Jawa Barat, di kawasan Sentul City (3.200 ha) di jalur tol Jagorawi yang kelak juga dilintasi LRT Cibubur-Bogor, sudah membuka pendaftaran nomor urut pemesanan (NUP) proyek high rise building (apartemen) di boulevard perumahan, selangkah dari Sampoerna Academy. Proyek dibuat lebih eksklusif dengan satu lantai hanya berisi 10 unit hunian dengan luas tipe studio mencapai 34 m2. Harga unit Rp500 juta-1 miliar atau sekitar Rp15 juta/m2.

“Kami menawarkan pilihan hunian di high rise building untuk menjangkau pasar yang ingin punya hunian di kawasan Sentul dengan harga Rp500 jutaan, dengan fasilitas yang menyatu dengan alam dan view ke padang golf serta Gunung Salak,” kata Syukurman Larosa, Sales & Marketing Director PT Karya Bintang Gemilang, saat memaparkan progress pengembangan proyek kepada pers di Sentul akhir April lalu. Ia didampingi Yenius Laoli, Sales Manager & Training Sentul Alaya.

Sebelumnya sejak mulai dikembangkan tahun 2012, Sentul Alaya sudah mengembangkan tiga klaster rumah tapak dari total enam klaster yang akan dikembangan di lahan seluas 34 ha, mencakup 437 unit rumah, ditambah satu area komersial. Yaitu, klaster Allegro (173 unit) berisi rumah-rumah satu lantai yang disebut sudah terjual 95 persen, Grandioso (107 unit) berupa rumah-rumah dua lantai seharga Rp2,2–7 miliar/unit yang sudah laku 90 persenl, dan Cadenza (157 unit) dengan konsep garden house seharga Rp1–4 miliar/unit.

Sedangkan ruko yang sudah dipasarkan adalah Harmony Park Commercial Centre sebanyak 29 unit. Tahap pertama dilepas 15 unit, saat ini tersisa lima unit. Harganya Rp1,6 miliar per unit. “Akhir tahun ini akan dipasarkan klaster keempat berisi rumah-rumah dengan konsep garden house. Kiri kanan bangunannya dikelilingi taman dan rumahnya tidak menempel dengan rumah di sebelahnya. Jumlah rumahnya 60 unit, luas kaveling 264 m2 per unit seharga Rp4 miliaran. Ini untuk upper class. Berdasarkan penjualan kami di klaster sebelumnya, di sini yang laku tipe besar-besar seharga di atas Rp2 miliar,” tutur Syukurman.

Ia menjelaskan, kawasan Sentul saat ini sudah berubah ke arah kota mandiri yang secara geografis berbeda dengan kota mandiri lain di Jabodetabek. Lansekap kawasan masih asri dan hijau dengan udara lebih sejuk karena dikelilingi perbukitan. Aksesnya dari Jakarta atau sebaliknya juga mudah melalui tol Jagorawi dan nanti juga LRT. Pengelolaan lingkungannya juga berjalan baik karena dilakukan sebuah town management. Jadi, memberikan peningkatan investasi bagi pemilik propertinya.

 

Syukurman Larosa (kanan), Sales & Marketing Director PT Karya Bintang Gemilang, pengembang Sentul Alaya di Sentul Selatan, Bogor, dan Yenius Laoli, Sales Manager & Training.

Fasilitas yang sudah dan akan tersedia di kawasan Sentul City yang dibangun para investor, adalah Sentul International Convention Center (SICC), RS EMC Sentul, Hotel Harris, Hotel Aston Sentul Lake, Hotel Alana, gerai KFC, pasar dan area kuliner Ah Poong, restoran Lembur Kuring, Pasar Bersih, Bellanova Country Mall, kampus Trisakti, Sekolah Pelita Harapan, STIE Tazkia, Sekolah Fajar Hidayah, BPK Penabur, Sampoerna Academy dan beragam area wisata mulai dari Sentul Wonderland Outbound Kids, Jungle Land, Air Terjun Bidadari, dan yang terbaru yang akan segera beroperasi AEON Mall.

“Kami salah satu developer yang ikut dalam pengembangan kawasan melalui Sentul Alaya, karena melihat potensi dan prospek Sentul City yang terus berkembang itu.  Untuk tahap awal Sentul Alaya telah memiliki izin pengembangan di lahan 34 hektar dari rencana pengembangan selanjutnya hingga 110 hektar. Lokasi kami di tengah-tengah kawasan Sentul City, dikelilingi perbukitan dan bersebelahan dengan lapangan golf, menciptakan hunian yang menyatu dengan alam yang sangat dicari masyarakat modern. Tinggal di Sentul Alaya itu living in harmony,” kata Syukurman.