HousingEstate, Jakarta - Untuk menggenjot pemasaran proyek-proyek propertinya, Gapuraprima Group (GPG) menggandeng Bank BTN melansir promo “Big Five with Gapuraprima Group”. Signing ceremony-nya dilakukan di Jakarta, Jumat (3/5/2019), oleh Chief Executive Officer (CEO) GPG Rudy Margono dengan Direktur Consumer Banking Bank BTN Budi Satria disaksikan jajaran direksi dan pejabat terkait dari kedua belah pihak.

Konsumen bisa membeli rumah, apartemen, dan properti komersial di 12 proyek yang dikembangkan GPG di berbagai lokasi di megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan beberapa kota lain melalui promo tersebut. “Sampai saat ini ada 3.700 developer (proyek properti) yang menjalin kerja sama pembiayaan seperti ini dengan Bank BTN,” kata Budi.

GPG merupakan salah satu developer yang sejak berdiri 30 tahun lalu sudah menjalin kemitraan dengan Bank BTN. Promo kali ini sudah dimulai sejak 1 April yang akan berlangsung hingga 30 September 2019. “Kerja sama promosi ini ditargetkan bisa menghasilkan penjualan Rp362 miliar,” ujarnya. Ia menyebutkan, sepanjang kuartal pertama 2019 penyaluran kredit BTN tumbuh 26 persen dibanding pertumbuhan kredit perbankan yang hanya 11 persen. Saat ini market share BTN dalam pembiayaan perumahan mencapai 39,4 persen.

Rudy menyebutkan, program Big Five memungkinkan konsumen membeli rumah, apartemen, dan properti lain yang dikembangkan GPG dengan KPR/KPA BTN dengan uang muka 0-5 persen, bunga kredit 5 persen per tahun fixed (tetap) selama dua tahun pertama, tenor kredit bisa sampai 30 tahun, bebas biaya provisi dan administrasi, persyaratan dokumen lebih sederhana dan pengajuan KPR/KPA serta pembayaran tanda jadi bisa dilakukan secara online dari mana saja dan kapan saja melalui btnproperti.co.id.

Di antara proyek GPG yang propertinya bisa dibeli dengan promo di atas adalah Bukit Cimanggu City (Bogor), Metro Cilegon (Banten), Villa Ubud Anyer (Banten), Residence Kebon Jeruk (Jakarta), Bellevue Place MT Haryono (Jakarta), Montblanc dan Costello @BTC City (Bekasi), dan lain-lain. Harga rumah dan unit apartemennya mulai dari Rp160 jutaan sampai di atas Rp2 miliar.

Managing Director GPG Arvin F Iskandar menambahkan, tahun lalu GPG mencatat peningkatan penjualan 18 persen menjadi Rp800 miliar. Sekitar 60 persennya disumbang penjualan rumah tapak. Sekitar 95 persen pembelian rumah tapak itu menggunakan KPR.  “Tahun ini kami berharap penjualan GPG juga meningkat dibanding tahun lalu, yang akan dicapai antara lain melalui kerja sama dengan Bank BTN ini. Sekarang saat konsumen membeli rumah. Setelah terbentuknya pemerintahan baru (Oktober 2019), siklus bisnis properti akan mulai naik (dan harganya meningkat),” jelasnya.