HousingEstate, Jakarta - PT Metropolitan Land (Metland) Tbk terus berupaya mendiversifikasi pengembangan proyeknya ke segmen premium, menyusul kesuksesan pengembangan proyek properti terpadu (mixed use development) The Riviera at Puri di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, yang dikembangkan berkolaborasi dengan pengembang Singapura Keppel Land Ltd. Respon pasar yang sangat baik membuat pengembangan The Riviera at Puri telah memasuki tahap ketiga.

Proyek lain adalah apartemen Kaliana di kawasan Metland Transyogi (130 ha) di jalan Raya Cileungsi-Transyogi, Bogor, yang juga terus meningkat segmen konsumennya. Yang lain vila dan hotel Royal Vanya Ubud di Bali.

“Berbagai strategi yang kami terapkan dengan terus memasarkan proyek-proyek eksisting sejak tahun 2017 selain beberapa proyek premium, membuat kami bisa mencapai target di saat yang lain tidak. Tahun 2017 marketing sales kami Rp1,7 triliun, tahun 2018 Rp1,8 triliun. Kami berharap bisa mempertahankan tren itu dengan tumbuh 10-11 persen tahun ini,” kata Thomas J Angfendy, Presiden Direktur Metland, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Metland di Jakarta akhir pekan lalu (17/5/2019).

Olivia Surodjo, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Metland menyebutkan, tahun ini Metland menargetkan penjualan Rp2,3 triliun termasuk Rp500 miliar dari segmen pendapatan berulang (recurring income) berupa propetti untuk disewakan seperti mal dan hotel. Untuk perumahan, penjualan masih mengandalkan proyek eksisting seperti Metland Transyogi, Metland Cileungsi, dan Metland Cibitung selain The Riviera at Puri.

“Kita nggak expect penjualan langsung melesat karena pemilu baru selesai dan ada lebaran. History-nya (sehabis pemilu dan lebaran) memang selalu melambat. Kita akan genjot penjualan periode Agustus hingga akhir tahun atau saat semester kedua. Secara umum kami masih optimistis dengan situasi pasar saat ini,” jelasnya.

RUPST Metland melaporkan pencapaian laba bersih perusahaan tahun 2018 yang mencapai Rp482 miliar, meningkat 6,65 persen dibandingkan tahun 2017 walaupun tidak setinggi tahun sebelumnya. Metland juga mengalokasikan modal kerja (capital expenditure/capex) tahun ini Rp700 miliar dengan porsi Rp200 miliar untuk akuisisi lahan dan Rp500 miliar untuk pengembangan proyek eksisting.