HousingEstate, Jakarta - Bisnis properti yang lesu disiasati developer dengan memberikan banyak gimmick kemudahan dan promo, sendiri atau bekerja sama dengan perbankan. Sekarang sangat biasa developer memberikan promo diskon harga hingga hadiah langsung. Sementara bank menawarkan promo bunga dan persyaratan depe ringan, pembebasan biaya-biaya, tenor lebih lama, persyaratan mudah, dan lain-lain.

Hanya saja berbagai kemudahan dan insentif itu tidak bisa dinikmati seluruh konsumen. Banyak pembatasan term and condition yang diberlakukan. “Berbagai promo bank itu sangat bagus. Dalam situasi pasar seperti sekarang seharusnya bisa menjadi stimulus, khususnya untuk orang yang belum punya rumah, yang baru mulai bekerja, yang pengantin baru, pasar besar yang coba kita garap sekarang. Tapi kenyataannya, promo kemudahan bank itu hanya bisa didapatkan karyawan tetap, depe ringan tapi tenor ditarik panjang, konsumen harus payroll (pembayaran gajinya) dengan bank yang bersangkutan, dan lain-lain pembatasan sehingga banyak konsumen yang batal dapat KPR. Makanya promo bank itu saya bilang banci,” kata M Nawawi, Associate Director Paramount Land, pengembang Paramount Serpong (700 ha) di kawasan Gading Serpong, Tangerang-Banten, kepada housingestate.id saat acara buka bersama kalangan media di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Situasi itu akhirnya membuat kalangan pengembang mengimbangi dengan program subsidi depe, depe bisa dicicil, setelah itu konsumen bisa meneruskan dengan KPR bank, dan sejenisnya agar konsumen bisa mendapat KPR.

Diakui Nawawi, ada banyak konsumen Paramount Serpong yang ditolak pengajuan KPR-nya. Sebagai contoh, periode April 2019 ada pembatalan lebih dari 100 konsumen oleh bank pengajuan KPR-nya. Akhirnya setiap konsumen ditanya satu-satu apa kendalanya sehingga pengajuan KPR-nya ditolak.

Yang depe-nya kurang lima persen akhirnya ditomboki Paramount. Nanti mereka mengangsur dari cicilan KPR-nya. Ada juga yang bunganya disubsidi pengembang selama  waktu tertentu supaya nominal cicilannya bisa pas dengan aturan bank.

Padahal, konsumen menjadi tertarik membeli rumah di Paramoint Serpong tadinya antara lain karena adanya berbagai program kemudahan yang diberikan bank itu, tapi kenyataannya tidak bisa didapatkan. Yang paling umum program depe ringan hampir pasti si konsumen disuruh menambah besarannya. Karena itu Paramount menyiasati dengan program cicil depe, subsidi, atau menalangi.

“Belum lama ada tiga artis yang mau beli produk kami dan itu tidak bisa karena KPR-nya ditolak bank. Jadi, artis ini tidak dinilai bankable walaupun datang pakai Mercy dan berpenghasilan besar. Di sisi lain kami juga mengakui ada komunikasi yang tidak sampai kepada konsumen terkait banyaknya program kemudahan bank itu. Ini menjadi tugas kami pengembang dan perbankan sama-sama mensosialisasikan supaya pasar lebih bergairah,” tuturnya.