HousingEstate, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) kembali mengumumkan pencapaian gerakan pembangunan sejuta rumah hingga Mei 2019. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kemenpupera, hingga Mei 2019 capaian program itu mencapai 318.835 unit. “Hingga tanggal 6 Mei 2019 sudah tercapai segitu. Program yang diluncurkan sejak April 2015 ini telah berhasil mencapai target tahun 2018. Makanya tahun ini targetnya bukan satu juta lagi tapi 1,25 juta unit yang bisa kita bangun hingga akhir tahun ini,” kata Yusuf Hariagung, Direktur Rumah Umum dan Komersial Dirjen Penyediaan Perumahan Kemenpupera, melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Program sejuta rumah merupakan program yang dijalankan oleh pemerintah, pemerintah daerah, pengembang, masyarakat, dan seluruh stakeholder properti lainnya. Porsi yang dicapai diharapkan bisa menyediakan 60-70 persen perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30-40 persen untuk kalangan non-MBR.

Pemerintah, klaim Yusuf, terus melakukan pendataan progres pembangunan rumah dalam program ini, khususnya yang dibangun di wilayah bagian tengah dan timur Indonesia yang selama ini kurang terdata dengan baik. Selain itu pemerintah juga akan terus mengurai berbagai kendala di lapangan terkait pembangunan rumah murah seperti harga tanah yang tinggi, regulasi yang belum kompak di setiap daerah, dan hal teknis lainnya.

“Ada banyak yang disiapkan pemerintah. Misalnya, membuat zoning perumahan dan penguatan pasokan tanah khususnya yang akan dibangun perumahan MBR. Kami juga terus mendorong deregulasi di berbagai daerah untuk kemudahan perizinan bagi pengembang serta berbagai subsidi pembiayaan, termasuk mengoptimalkan litbang untuk rekayasa teknologi pembangunan rumah instan dan teknologi lainnya,” jelas Yusuf.