HousingEstate, Jakarta - Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid kembali mengumumkan pencapaian program sejuta rumah untuk periode Januari hingga 27 Mei 2019 yang disebut sudah mencapai 400.500 unit.

“Tahun lalu kita sudah bisa menembus satu juta, tahun ini targetnya 1,25 juta unit. Pencapaian hingga Mei membuat kita optimistis target tersebut bisa dicapai. Ini merupakan gerakan bersama seluruh stakeholder perumahan menyediakan hunian bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” katanya saat buka puasa bersama kalangan media di Jakarta awal pekan ini.

Khalawi merinci, dari 400.500 unit tersebut, porsi untuk MBR mencapai 86 persen, sisanya rumah untuk kalangan non MBR. Dari porsi MBR tersebut, PUPR membangun 56.070 unit. Yang dibangun pengembang 247.270 unit untuk kalangan MBR, dan 56.232 unit non MBR, serta masyarakat 90 unit.

Kementerian PUPR akan terus meningkatkan pembangunan perumahan berbasis komunitas seperti yang sudah dilakukan untuk komunitas tukang cukur asal Garut, Jawa Barat. Program ini juga telah membuat pemerintah daerah dan kota menjadi lebih aktif. Saat ini sudah 13 kabupaten/kota yang mengajukan program pembangunan perumahan untuk wilayahnya dengan menyediakan lahan siap bangun.

“Kita bersyukur sejak gerakan sejuta rumah diluncurkan akhir April 2015, angka realisasinya terus meningkat. Dari 699.770 unit tahun 2015, kemudian 805.169 unit tahun 2016, 904.758 unit tahun 2017, dan 1.132.621 unit tahun 2018. Ini harus jadi gerakan kita bersama untuk bisa menyelesaikan masalah perumahan kita,” jelasnya.