HousingEstate, Jakarta - Riscon Group memulai babak baru. Salah satu proyeknya, Grand Riscon Dramaga (100 ha), di Leuwiliang, Bogor, diminati investor Jepang, PT Kennedix Asia. Penendatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understading-MoU) dilaksanakan tanggal 29 Mei 2019 di sela-sela acara Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Riscon Group di Hotel Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. MoU ditandatangani oleh Ari Tri Priyono, CEO Riscon Group, dan Michio Izawa, Direktur PT Kennedix Asia.

Menurut Ari, pada tahap pertama investor dari negeri sakura itu akan menanamkan modal 5 juta dolar AS atau setara dengan Rp70 miliar. “Mereka serius investasi di proyek perumahan bersubsidi. Saya tawari proyek kami yang komersial tidak mau,” katanya.

Bersamaan dengan MoU itu Riscon Group juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Premier Consulting sebagai konsultan legal, tax, dll, untuk menyiapkan initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana penjualan saham yang rencananya akan dilaksanakan semester II 2019. Sementara untuk underwriter ditunjuk PT Mirae Asset Securitas.

Pada saat ini Riscon mengembangkan 75 proyek di 25 kota yang tersebar di 10 provinsi dengan nilai asset (sesuai harga beli) Rp1,3 triliun. “Kalau divaluasi sesuai nilai pasar insyaallah bisa tiga kali lipatnya,” tambah Ari. Pada 2018 Riscon meraih omset Rp320 miliar dengan laba bersih Rp102 miliar.