HousingEstate, Jakarta - Andi Susanto (39), Dirut PT Cemerlang Duta Persada, punya kegemaran melakukan perjalanan jauh (touring) mengendarai motor gede. “Saya pernah keliling Pulau Kalimantan selama satu bulan,” katanya. Sementara di pulau Jawa, pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, ini paling jauh mengendarai motor dari Bandung (Jawa Barat) ke Surabaya (Jawa Timur). Akhir Oktober lalu ia mengendarai motor anyarnya Royal Enfield 500 cc dari Jakarta ke Surabaya.

“Motor ini cukup berat, makanya lari 140 km per jam pun masih nyaman,” ujarnya memberikan alasan kenapa ia membeli motor buatan The Enfield Cycle Company Limited asal Inggris itu. Andi berani keliling Kalimantan karena sudah merantau di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) sejak 2003. Awalnya sarjana teknik sipil dari Institute Teknologi Adhi Tama Surabaya ini, bekerja sebagai engineer di sebuah perusahaan konsultan hingga tahun 2010, yang antara lain ikut menggarap proyek satu juta hektar lahan gambut dan rawa untuk penanaman padi di Kalimatan Tengah di era pemerintahan Soeharto.

Ia juga pernah bekerja di perusahaan kontraktor sebelum membuka perusahaan sendiri CV Jasa Abadi Mandiri Banjarbaru yang bergerak sebagai kontraktor, konsultan, dan desain interior di Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan, tahun 2013 hingga sekarang. Di kota yang sama bapak tiga anak ini juga dipercaya koleganya sebagai marketing manager CV Intan Karya Mandiri Martapura yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, dan sebagai direktur utama PT Cemerlang Duta Persada yang bergerak di bidang pengembangan perumahan di sejumlah lahan yang telah dimiliki.

Proyek pertamanya Cluster Intan Residence di Jl Raya Susukan KM 1, Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Bogor (Jawa Barat), di selatan Jakarta. “Awalnya luasnya sekitar empat hektar, tapi karena ada pembangunan jalan tol Antasari-Depok-Bogor, lahan kami terpotong lebih dari separuhnya sehingga tinggal 1,7 hektar,” katanya. Tapi keuntungannya, dengan adanya jalan tol itu proyeknya memiliki akses tol, bahkan jaraknya hanya sekitar 200 meter dari jalan lingkar Bojong Gede-Kemang yang rencananya akan terkoneksi dengan jalan tol tersebut.

Dengan memegang sejumlah pekerjaan tersebut, kini setiap bulannya pria yang juga gemar olah raga bersepeda ini membagi waktunya begini: satu minggu berkantor di Bogor, tiga hari di Mojokerto karena ia juga mengembangkan mini real estate di kampung halamannya, selebihnya di Banjar Baru.