HousingEstate, Jakarta - Ishak Chandra sangat populer di kalangan awak media massa di Jakarta sebagai CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land (SML), grup usaha dengan puluhan proyek berskala besar dan kota baru di berbagai kota dengan land bank hingga 10 ribu hektar. Selama delapan tahun Ishak menjadi pejabat garda terdepan yang menjelaskan hal ihwal terkait pengembangan proyek SML kepada media massa.

Tapi, per 1 Agustus 2018, pemegang gelar MBA dari San Diego State University dan University of Central Arkansas (keduanya di Amerika Serikat) ini, memutuskan keluar dari SML dan masuk ke perusahaan properti lain, Triniti Land (PT Perintis Triniti Properti) yang ikut menggarap bisnis properti sejak tahun 2009. Saat ini Triniti mengembangkan beberapa proyek apartemen di wilayah Serpong, Tangerang Selatan (Banten), tidak jauh dari BSD City (6.000 ha), proyek kota baru SML paling besar di Indonesia yang juga lokasi kantor Ishak sebelumnya.

“Saya masuk Triniti Land sebagai profesional dan investor dengan jabatan President & CEO (chief executive officer). Ibaratnya delapan tahun kerja di SML dan belasan tahun di perusahaan-perusahaan properti lain sebelumnya, saya sekolah dan sekarang sudah lulus. Tentu, saya mau dong menggarap bisnis sendiri untuk membuktikan yang saya dapat di sekolah selama ini bisa saya kembangkan (sendiri),” katanya dalam acara peletakan batu pertama (ground breaking) proyek baru Triniti, Collins Boulevard (2,4 ha), di Jalan MH Thamrin, Tangerang (Banten), awal Agustus.

Triniti Land didirikan pebisnis dan motivator Bong Chandra. Selain Ishak, beberapa eks eksekutif perusahaan pengembang lain juga ikut nimbrung di dalamnya seperti Septian Starlin, Matius Jusup, dan Yohanes L Andayaprana. Ishak menyebut Triniti Land sebagai pengembang yang sangat progresif, karena saat ini mengembangkan empat properti di Serpong selain Collins Boulevard. Yaitu, The Brooklyn, Springwood Residence, Yukata Suites, dan The Smith. Semua berjalan dengan baik. Penjualan empat proyek terakhir diklaim sudah mencapai 90 persen senilai lebih dari Rp4 triliun.

Triniti Land sendiri awalnya mengembangkan perumahan tapak Ubud Village (5 ha/300 unit) di Ciledug, Kota Tangerang (Banten). Bisa men-deliver perumahan itu dengan baik kepada konsumen, Bong dkk langsung pede mengembangkan proyek properti high rise seperti apartemen dalam waktu hampir bersamaan.

Ishak yang baru bergabung, bertanggung jawab mengembangkan lebih jauh Triniti, dengan mempercepat pertumbuhannya dan terus mencari tambahan modal sebagai tahapan menuju perusahaan terbuka (tbk), mengembangkan proyek lain di luar Serpong, dan membangun proyek properti yang bisa menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) demi keberlanjutan perusahaan.

“Saya bertugas memvaluasi pertumbuhan perusahaan yang sudah baik dan mempercepatnya go to the next level (naik kelas). Tahapannya, mempersiapkan perusahaan menjadi perusahaan terbuka dan membangun nama baik, karena selama ini baru proyeknya yang sudah dikenal. Kalau developer name-nya sudah terbangun, (kelangsungan perusahaan) nggak akan habis karena (brand) itu membuktikan reputasi kita. Sekarang bisnis Triniti tumbuh lebih cepat dibandingkan infrastruktur di dalamnya. Tanggung jawab saya memperkuat skill dan people (infrastruktur) itu demi menjadi perusahaan yang excellent,” tutur alumni FHUI yang mulai berkecimpung di bisnis properti di Lippoland Development tahun 1994 ini.