HousingEstate, Jakarta - Albert Permana (31), Koordinator Pemasaran PT Alamindo Trulynusa (Alsa), berpandangan tidak ada kamus gagal bagi seseorang untuk bias punya rumah sendiri. Ia akan mencarikan jalan keluar tuntas untuk mereka bila mengalami kendala. Umumnya kendala konsumen sehingga terancam batal membeli rumah tidak jauh dari soal keuangan. Misalnya, pengajuan kreditnya ditolak bank atau penghasilannya tidak cukup membayar cicilan. “Sepanjang bukan karena black list di BI (Bank Indonesia) checking, kita akan bantu maksimal,” kata profesional muda yang bertanggungjawab memasarkan dua proyek Alsa ini: perumahan Panjibuwono Residence (200 ha) di Jl Pertamina Babelan dan Darmawangsa Residence (100 ha) di Karang Satria, Tambun, di Bekasi (Jawa Barat). Dari pengalamannya membantu konsumen, tidak ada di antara mereka yang gagal bayar atau mundur saat proses pembelian. “Kalau kreditnya ditolak karena penghasilannya tidak cukup, kita sarankan menurunkan plafon pinjaman dengan menambah depe atau membeli tipe yang lebih kecil,” terangnya.

Kiat itu sangat membantu penjualan. Saat pasar lesu seperti sekarang, penjualan Panjibuwono dan Darmawangsa tetap bagus. Apalagi, harga rumahnya terjangkau. Fasilitasnya seperti di Panjibuwono juga cukup memadai. Ada area komersial dan water park yang akan beroperasi akhir 2018. Rumah yang terbangun juga sudah 1.200 unit. Sebelum di Alsa, selama 2008-2013 mantan staf IT sebuah jaringan toko buku nasional ini bergabung dengan Duta Putra Group memasarkan Vila Dago dan Bukit Dago di Tangerang Selatan (Banten) sampai Gading Icon di Jakarta Timur. Saat Duta Putra berkongsi mengembangkan Harvest City (1.050 ha) di Cileungsi, Bogor (Jawa Barat), Albert dibawa ke sana, kemudian mampir sebentar di Bintaro Park View, proyek apartemen Duta Putra di Bintaro (Jakarta Selatan), sebelum masuk ke Alsa. Pria berpostur tinggi yang tinggal di Tangerang Selatan ini merasa dunia properti menarik karena dinamis dan bisa bertemu banyak orang. “Tantangannya makin kompleks tapi mengasyikkan. Kita dituntut terus belajar dan mengerti keinginan pasar,” jelasnya.