HousingEstate, Jakarta - Pengembangan proyek infrastuktur yang sangat masif oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di koridor timur Jakarta, membawa berkah tersendiri khususnya bagi berbagai kawasan industri di Bekasi, Cikarang, hingga Karawang. Kawasan industri dengan jutaan pekerjanya itu telah menjadi basis ekonomi populasi yang sangat potensial untuk pengembangan proyek properti baik residensial, komersial, perkantoran, pendidikan, hiburan, maupun rumah sakit dan yang lain.

Karena itu menurut Handoyo Lim, GM Corporate Marketing PT Graha Buana Cikarang (GBC), anak perusahaan PT Jababeka Tbk, pengembang Kota Jababeka (5.600 ha), koridor timur saat ini menjadi sunrise property karena berkembang kian pesat. GBC adalah anak perusahaan yang dibentuk mengembangkan Jababeka Residence (500 ha), kawasan residensial terpadu yang disiapkan untuk menunjang perkembangan kawasan industri (KI) Jababeka di Kota Jababeka.

Ia menjelaskan, ada banyak proyek infrastruktur yang sudah dan tengah dibangun untuk menunjang pertumbuhan kawasan Cikarang-Bekasi-Karawang, seperti Bandara Kertajati, jalur kereta komuter double-double track, jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, kereta ringan atau light rail transit (LRT) Bekasi-Jakarta, kereta cepat Jakarta-Bandung, jalan tol JORR 2 Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priuk, dan lain-lain. “Karena itu kawasan ini akan menjadi wilayah yang sangat berkembang, karena basis ekonominya kuat didukung banyak pengembangan proyek infrastruktur,” katanya.

Jebolan Art & Design Communication at Sydney Institute of Technology Enmore, New South Wales, ini memberikan contoh kesuksesan Kawana Golf Residence, proyek apartemen servis garapan GBC bersama Creed Group (Jepang) di Jababeka Residence yang ditujukan untuk ekspatriat Jepang yang banyak bekerja di KI Jababeka. Saat ini harga apartemen itu menjadi yang tertinggi di Cikarang, bahkan Jakarta Timur, dengan harga mulai dari Rp33 juta/m2. Penjualan menara pertama apartemen dekat lapangan golf Jababeka itu sukses, sehingga medio November 2018 diluncurkan tower kedua.

Kota Jababeka saja, jelasnya, saat ini populasinya mencapai lebih dari 1,2 juta, selain 700 ribuan pekerja yang setiap hari beraktivitas di 1.650 perusahaan dari 30 negara yang membuka pabrik di KI Jababeka. Belum potensi dari kawasan industri lain di kawasan Cikarang-Bekasi. Pengembangan Jababeka Residence merupakan respon perusahaan terhadap potensi pasar itu. Bukti potensi pasar itu, apapun yang dikembangkan di Kota Jabebaka selalu terserap dengan baik.

Handoyo menjelaskan, Kota Jababeka dikembangkan sebagai kota mandiri mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, sarana pendidikan, pusat belanja, rumah sakit, area rekreasi, sampai sarana olah raga dan lapangan golf. Saat ini sudah ada tiga rumah sakit bertaraf internasional, pusat kuliner dan ritel, sarana olahraga, sekolah dari berbagai jenjang, universitas, area bisnis dan komersial, dan lapangan golf di Kota Jababeka. Akses kawasan ditunjang jalan tol langsung selain kereta.

“Selama ini Jababeka sudah establish sebagai kawasan industri dan itu sudah terbukti sukses menjadi katalis pengembangan proyek-proyek properti di sini. Makanya Jababeka Residence kami kembangkan sebagai kota mandiri berstandar internasional. Tujuannya mengusung branding baru, kawasan industri ini juga telah berkembang menjadi pusat residensial dan lifestyle dengan potensi perkembangan yang luar biasa,” jelas pria kelahiran Pontianak, 12 Desember 1977, ini.