HousingEstate, Jakarta - Menjadi vice general manager (VGM) proyek atau GM proyek tidak harus berlatar belakang teknil sipil atau arsitek. Ronnie Erlangga S, VGM perumahan Metland Tambun (35 ha) besutan PT Metropolitan Land Tbk (Metland) di Jl Sultah Hasanuddin, Tambun, Bekasi-Jawa Barat, membuktikannya. Sebelum didapuk menjadi VGM Project Metland Tambun pada November 2017, alumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung tahun 1998 ini menjabat Vice GM Litigation (legal) di kantor pusat Metland. “Karena penugasan dari perusahaan, saya harus menerima mutasi ini. Ini tantangan  sekaligus peluang bagi saya. Kalau sudah pernah jadi VGM proyek, suatu saat kan bisa mandiri jadi developer kecil-kecilan. Ilmunya sudah dikuasai,” kata eksekutif kelahiran Jakarta 1974 ini.

Sebagai VGM proyek, Ronnie harus tahu semua bagian mulai dari umum, pemasaran, keuangan, hingga teknik yang sebelumnya sama sekali tidak pernah dipelajarinya. Agar lika-liku semua bidang kerja itu cepat dikuasainya, alumni SMA 3 Bandung ini tidak sungkan belajar kepada Direktur Metland Nitik Hening Muji Raharjo yang sudah malang melintang menjadi GM proyek-proyek Metland. “Saya juga banyak learning by doing. Kadang tubruk sana, tubruk sini, tapi akhirnya tahu juga semua bagian walaupun tidak jarang salah,” ujarnya. Kini setelah sukses memasarkan klaster Platinum Garden tahap pertama sebanyak 58 unit di Metland Tambun, lulusan business law dari Vrije Hriversiteit (Amstredam, Belanda) ini ditantang untuk segera menghabiskan pemasaran tahap dua sebanyak 78 unit berupa rumah dua lantai tipe 65/90, 69/105, dan 69/112 seharga mulai dari Rp1,2 miliaran per unit.