HousingEstate, Jakarta - Kendati bisnis properti masih lesu, Rachmat Gobel (56) tetap optimis merilis perumahan Savasa (37 ha) di Kota Deltamas (3.000 ha), Cikarang, Bekasi-Jawa Barat, melalui PT Panasonic Homes Gobel Indonesia (PHGI), perusahaan joint venture Panasonic Group (51%) yang telah berpengalaman di Jepang lebih dari 50 tahun, dengan PT Puradelta Lestari Tbk dari Sinar Mas Land (49%), pengembang Kota Deltamas. Untuk pembelian dan pengembangan lahan tahap pertama seluas 13 ha, PHGI mengucurkan investasi Rp360 miliar. Di atas lahan itu akan dikembangkan 811 rumah dengan target 3-4 tahun rampung. “Saya dibilang gila. Ekonomi lagi susah, proyek properti banyak yang turun penjualannya, malah meluncurkan Panahome. Tapi, kita optimistis tahun depan situasi akan lebih baik. Karena itu harus dimulai sekarang,” katanya saat meresmikan marketing gallery dan show unit Savasa kwartal IV tahun lalu.

Gobel pun mengenang, Panasonic Group masuk ke Indonesia pertama kali juga melalui joint venture dengan pengusaha domestik National Gobel untuk mendukung Asian Games 1962. “Saat itu kondisi ekonomi malah tidak sebaik sekarang,” kata pria kelahiran Gorontalo ini. Ia menjelaskan, proyek properti pertama Panasonic Homes (Panahome) di Indonesia ini telah digodok hampir tiga tahun sebelum diluncurkan resmi Oktober ini. Semua tipe hunian dilengkapi sistem smart home Panasonic dan dirancang dengan kontruksi bangunan beton pracetak wall-precast concrete (W-PC) tahan gempa Powertech. Dengan sistem itu rumah bisa dikerjakan dalam 3-4 bulan, lebih cepat dibandingkan metode konvensional. “Cuma dua kata untuk produk rumah ini, bagus atau bagus sekali,” ujar mantan menteri perdagangan itu berpromosi.