HousingEstate, Jakarta - Rumah membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan berkala. Seiring usianya ada saja bagian bangunan rumah yang butuh perawatan, perbaikan, atau penggantian. Mulai dari dinding rembes, atap bocor, plafon lepas, keramik retak, servis AC, sampai pipa bocor atau mampet. Memanggil tukang lazim dilakukan orang untuk mengatasi aneka persoalan di rumah itu. Tapi, selama ini banyak orang kesulitan mencari tukang saat dibutuhkan dan harus bertanya dulu kiri kanan.

Sekarang tidak lagi. Seiring kemajuan teknologi informasi, tukang juga bisa dipesan secara online melalui layar smartphone dari mana saja dengan men-download aplikasinya. Seperti ojek atau taksi, tukang yang disorder pun akan segera datang. Aplikasinya sudah banyak walaupun jasa yang bisa diberikan dan jangkauan layanannya masih terbatas. Sebutlah Raja-Tukang.com, Tu-Kang.com, Kepalatukang.com, Kliktukang.com, Sejasa.com, Tukang.com, dan Bang Reno (HomeWorks).

“Aplikasi jasa tukang online memudahkan konsumen mendapatkan tukang sekaligus membantu tukang (yang tergabung dalam aplikasi) lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” kata Aziz Hartanto, co-Founder/CEO Tukang.com yang sudah beroperasi sejak tahun 2015. Aplikasi ini mengklaim memiliki 21 spesialisasi pekerjaan. Antara lain servis AC, alumunium, arsitektur, atap, batu dan keramik, cat, CCTV, elektronik, furnitur, gordin dan wallpaper, interior, kebun, kolam, kusen, las, ledeng, listrik, plafon, renovasi, sofa, serta vinil dan parket.

Selain itu Tukang.com juga sudah menjalin kerja sama dengan enam produsen bahan bangunan (Mortar Utama-Weber, Jayaboard, Mowilex, Penguin, Propan, Jayamix). “Jadi, (melalui Tukang.com konsumen) bukan hanya mendapatkan tenaga tukang, tapi juga bisa sekaligus memesan bahan bangunan yang dibutuhkan,” jelasnya saat peluncuran resmi Tukang.com di Jakarta medio Agustus lalu. Hingga saat ini Tukang.com telah memiliki 2.000 mitra tukang dengan jangkauan layanan sementara di megapolitan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek).

 

Seperti pesan ojek online

Wahyu Achadiyat SAS

Mirip ojek online, aplikasi tukang online akan meneruskan order ke semua tukang yang tergabung dalam aplikasi. Tukang yang berlokasi paling dekat dengan rumah pemesan diharapkan menjawab panggilan. Saat ini jasa yang paling banyak diminta konsumen melalui Tukang.com adalah perbaikan atap, keramik lantai, dan servis AC dengan rata-rata 50-100 permintaan setiap hari.

Tarifnya dihitung flat Rp200 ribu/hari (6 jam) untuk pekerjaan atap, pengelasan, kelistrikan, dan lain-lain tidak termasuk material (bila dibutuhkan). Untuk pekerjaan borongan ada perhitungan tersendiri didahului dengan survei untuk melihat jasa yang dibutuhkan. Biaya survey rata-rata Rp100 ribu. Tukang.com akan memungut komisi 10 persen untuk pekerjaan senilai Rp10 juta, 7,5 persen untuk nilai hingga Rp50 juta, dan 2,5 persen untuk nilai di atas Rp100 juta.

“Saat ini fokus kami terus menambah tenaga tukang dan jangkauan pelayanan di luar Jabodetabek. Setiap tukang yang mau bergabung kami seleksi dan latih di workshop, selain melengkapi identitas seperti KTP, NPWP, dan legalitas usaha. Ada juga verifikasi dan survei untuk menjamin kualitas mitra tukang yang bergabung dalam aplikasi. Bila melanggar atau pekerjaan (dan perilaku) tidak sesuai dengan standar kami, tukangnya bisa di-suspend (diputus kemitraan). Konsumen juga dikasi tools untuk memberikan rating terkait pelayanan, kualitas pekerjaan, serta sikap dan perilaku tukang,” tutur Aziz.

Menurut Wahyu Achadi, Direktur HomeWorks, perusahaan design and build di Jakarta yang juga memiliki aplikasi bangun dan renovasi Bang Reno, aplikasi jasa tukang online agak rumit diterapkan dan karena itu masih harus terus disempurnakan. Ada banyak hal teknis yang harus diatur, karena tenaga tukang di Indonesia belum terstandarisasi dan tersertifikasi sehingga kualitas pekerjaannya belum bisa digaransi dan diseragamkan.

“Kami sendiri dengan Bang Reno sudah berjalan untuk wilayah Jabodetabek, dan masih terus mematangkan sistemnya untuk memudahkan pengguna dan tukang memanfaatkannya. Pekerjaan tukang itu butuh banyak hal teknis, sehingga (untuk pekerjaan yang signifikan) perlu dilakukan survei sebelumnya. Tidak bisa begitu saja mendatangkan tukang ke rumah pemesan. Target kami dalam lima tahun ke depan (aplikasi Bang Reno) bisa berkembang di kota-kota besar lain,” ujarnya.

Sistem franchise

Wahyu menuturkan, aplikasi tukang online Bang Reno akan dikembangkan seperti sistem franchise minimarket Indomaret dan Alfamart. Untuk itu terlebih dulu dibutuhkan semacam database dan pembagian wilayah pekerjaan dengan sistem zonasi. Dengan data base itu bisa dibangun kerja sama dengan mitra investor dengan sistem franchiser di berbagai kota. Di setiap zonasi jasa tukangnya dipegang beberapa tenaga mandor yang memiliki pasukan tukang. Jadi, order pekerjaan bisa diberikan ke perusahaan kontraktor atau pemborong yang dipegang mandor tersebut.

“Sistem seperti itu membuat bisnisnya jadi lebih mudah, karena setiap kontraktor sangat paham alur kerja konstruksi dan sudah punya pasukan tukang. Jadi, nanti di setiap wilayah ada satu mitra seperti Indomaret yang sudah punya pasukan, mereka ini yang bergerak (melayani pemesan). Sistem ini juga memudahkan kontraktor mendapatkan pekerjaan, karena umumnya perusahaan kontraktor baru kesulitan mendapatkan  proyek,” jelasnya.

Harga jasa pekerjaannya tetap menggunakan satuan normal seperti satuan pemasangan bata, marmer, plafon, yang sudah ada standarnya di dunia konstruksi. Saat ini Bang Reno belum memiliki fitur untuk memasukkan jenis pekerjaan di aplikasinya, sehingga tenaga tukang harus datang dan melakukan survei dulu khususnya pada pekerjaan yang membutuhkan penggunaan material yang beragam.

Wahyu menyebutkan, sejauh ini order yang kerap masuk ke Bang Reno terkait pekerjaan pantry (dapur bersih), pengecatan, perubahan ruang minor, perubahan teras, dan sejenisnya yang bersifat renovasi parsial. Ia mengakui, order yang masuk belum bisa ditangani maksimal karena sistem aplikasinya masih terus dikembangkan menjadi lebih baik. Dengan sistem aplikasi yang lebih baik, harapannya kelak setiap perusahaan konstruksi akan lebih mudah mendapatkan proyek dan konsumen puas dengan jasa yang mereka berikan.