HousingEstate, Jakarta - Pemerintah memberikan pelonggaran untuk segmen properti mewah terkait pengenaaan pajak penjualan (PPnBM) dari maksimal Rp20 miliar menjadi Rp30 miliar. Ada juga  kelonggaran untuk pajak penghasilan (PPh) 22 dari lima persen menjadi satu persen selain terobosan lain di sektor perpajakan untuk sektor properti.

“Berbagai regulasi dan relaksasi ini seperti hadiah yang sangat bagus dari pemerintah untuk menggairahkan sektor properti. PPnBM menjadi maksimal Rp30 miliar itu artinya ada potensi produk properti yang harganya di bawah Rp30 miliar untuk berkembang. Percepatan validasi pajak juga dari 15 hari menjadi hanya tiga hari selain pembebasan PPN untuk rumah-rumah yang terkena bencana alam atau musibah. Jadi ada banyak hadiah Lebaran dari pemerintah,” kata Archied Notopradono, Direktur Investasi dan Pengelolaan Modal PT Intiland Development Tbk, kepada housingestate.id saat acara halal bihalal dengan kalangan media di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Dengan berbagai regulasi itu, Archied berharap konsumen yang tadinya wait and see bisa segera membelanjakan uangnya di sektor properti. Ia juga optimistis sektor properti mulai bergerak pada paruh kedua tahun 2019 ini terkait berbagai indikator positif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah tersebut.

Situasi pasar akan lebih kondusif terkait sudah ditetapkannya presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo/Maruf Amin untuk periode 2019-2024. Indonesia memiliki pasar yang sangat besar untuk sektor properti dan itu terjadi pada semua segmen, mulai dari hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga properti mewah.

“Terkait pelonggaran PPnBM itu, dulu untuk segmen harga Rp20-30 miliar produknya nggak ada, padahal pasarnya ada. Sekarang dengan dibebaskan hingga maksimal Rp30 miliar menjadi ada threshold baru yang sangat potensal. Belum lagi terkait konektivitas yang makin baik. Kami di Intiland memanfaatkan betul adanya MRT dengan mengusung tagline connectivity untuk sekitar tujuh proyek yang kami pasarkan di sepanjang rute MRT. Jadi, kami optimistis situasi bisnis properti akan membaik,” jelasnya.