HousingEstate, Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melakukan penetrasi untuk memudahkan nasabah mendapatkan hunian melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Smart Rate. Produk ini menawarkan bunga/ujrah yang transparan sejak awal dan berlaku sepanjang masa pinjaman.

Nasabah dapat menikmati bunga/ujrah yang mengambang (floating) yang ditentukan sejak awal perjanjian kredit. Skema pricing yang digunakan dalam program ini mengacu ke suku bunga Sertifikat Bank Indonesia atau Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBI/SBIS) ditambah bunga/ujrah bank.

”Ini merupakan inovasi untuk meningkatkan booking KPR di tengah pasar yang masih menantang. Dengan mengetahui perkiraan bunga/ujrah yang harus dibayar sejak awal, nasabah tidak perlu khawatir dengan bunga/ujrah KPR yang tiba-tiba melonjak,” kata Head of Retail Product CIMB Niaga Budiman Tanjung, melalui siaran pers yang diterima housingestate.id, Kamis (4/7/2019).

CIMB Niaga menawarkan dua skema KPR Smart Rate. Yaitu, spesial dan reguler baik konvensional maupun syariah. KPR Smart Rate Spesial memberikan skema pricing mengacu ke SBI/SBIS + 2% untuk pembelian properti baru dan take over serta + 3% untuk kredit multiguna (beragun properti), top up, dan renovasi. Bunga/ujrah tersebut diberikan dengan tenor pinjaman minimal lima tahun. Nasabah juga diberikan keistimewaan bebas biaya pinalti jika ingin melunasi pinjaman setelah dua tahun berjalan.

Sedangkan program KPR Smart Rate  Reguler mengacu ke SBI/SBIS + 3,25% untuk pembelian properti baru dan take over serta 4,25% untuk kredit multiguna, top up, dan renovasi. Skema ini dapat dinikmati nasabah tanpa minimum masa pinjaman dan bebas biaya pinalti bagi nasabah yang ingin mempercepat pelunasan pinjaman.

Penawaran ini berlaku hingga akhir Juli ini. Budiman berharap program KPR Smart Rate dapat meningkatkan kinerja pembiayaan perumahan CIMB Niaga di semester II 2019. Per akhir Maret 2019 CIMB Niaga telah menyalurkan KPR senilai Rp31,03 triliun, naik 13,1% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp27,44 triliun.