HousingEstate, Jakarta - Untuk mendukung pencapaian target marketing sales 2019, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berencana meluncurkan tiga proyek residensial baru. Awal 2019 CTRA melalui kerja sama operasi sudah memulai proyek township Citra Sentul Raya seluas 1.000 hektar yang akan terdiri atas kawasan residensial, apartemen dan komersial.

Berikutnya, siap diluncurkan perumahan tapak seluas 18 hektar di kawasan Puri, Jakarta Barat. Pada paruh kedua 2019 disiapkan pemasaran proyek residensial di Ciracas, Jakarta Timur seluas 7 hektar berupa 13 tower apartemen dengan target penjualan sekitar Rp250 miliar tahun ini. Pada tahap pertama akan dibangun 4 tower mencakup total 2.000 unit hunian.

Proyek baru terakhir yang akan dikembangkan perseroan di tahun 2019 adalah komplek mixed use landed residential seluas 12 ha di Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, yang berbatasan dengan Surabaya. Harga jual per unit properti di situ diperkirakan Rp680 juta hingga Rp1,6 miliar dengan target presales Rp200 miliar. Rencana peluncuran proyek-proyek baru tersebut disampaikan dalam paparan publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) CTRA 2019 akhir Juni lalu.

Sepanjang tahun 2018 CTRA mencatat total pendapatan Rp7,7 Triliun. Perolehannya dari segmen pengembangan properti yang meliputi penjualan rumah, ruko, tanah, apartemen, dan gedung perkantoran tercatas Rp5,9 T. Sedangkan pendapatan dari pendapatan berulang yang meliputi pusat belanja, hotel, sewa kantor, dan rumah sakit mencapai Rp1,8 T.

Tahun 2018 CTRA juga telah melansir empat proyek residensial baru Vertu apartment Ciputra World Surabaya, CitraLand Palembang, CitraLand Vittorio Surabaya, dan Newton 2 apartment Ciputra World 2 Jakarta. “Kami optimis kinerja di 2019 akan stabil dengan mempertimbangkan masih tingginya sales backlog untuk pengakuan pendapatan di tahun ini,” kata Candra Ciputra, Direktur Utama PT Ciputra Development Tbk, dalam RUPST di Jakarta itu.

Selama kuartal pertama 2019 tercatat sales marketing CTRA mencapai Rp1,1 T atau sebesar 19 persen dari total target tahun 2019 yang mencapai Rp 6 T. Meski pencapaian selama kuartal pertama menurun 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perseroan optimis target bisa tercapai melalui peluncuran proyek-proyek baru itu.