HousingEstate, Jakarta - Memiliki rumah sendiri harus menjadi salah satu tujuan keuangan yang penting terutama bagi kaum muda. Hal itu disampaikan pakar perencanaan keuangan Prita Ghozie dalam diskusi ‘Perencanaan Keuangan Sedini Mungkin untuk Miliki Rumah Idaman” yang diadakan Bank Danamon di Jakarta, Selasa (16/7/2019). “Untuk itu perencanaan sudah harus dilakukan sejak seseorang mulai memiliki penghasilan sendiri. Salah satunya dengan menyisihkan sebagian penghasilan itu secara berkala untuk membeli rumah,” kata Prita yang berbicara dalam diskusi itu bersama Baraningrum, Secured Business Head Bank Danamon.

Pembelian rumah itu bisa menggunakan jasa perbankan yang tersedia banyak saat ini. Untuk itu konsumen bisa melakukan window shopping di internet sebelum memilih jasa-jasa perbankan yang paling sesuai dengan kemampuan finansialnya. Yang harus dilihat pada kredit  rumah itu adalah tingkat bunga, persyaratan depe atau uang muka, serta tenor atau jangka waktu kreditnya. “Jadi, tentukan dulu kemampuan finansial, baru window shopping kredit rumah yang cocok,” katanya.

Founder ZAP Finance ini menyebutkan ada sejumlah prioritas finansial yang harus dimiliki seseorang agar hidupnya seimbang dan bahagia sampai tua, yang diringkasnya dalam istilah ZAP FIN. Yaitu, zakat atau bersedekah, assurance atau persiapan dana darurat untuk kesehatan, pendidikan, dan lain-lain, present consumption antara lain berupa tempat tinggal, future spending salah satunya persiapan dana untuk membeli tempat tinggal, dan investment atau investasi untuk hari tua.

Ia pun merumuskan pembagian penghasilan setiap bulan yang ideal agar seseorang bisa memenuhi prioritas finansial itu. Yaitu, 5 persen untuk zakat atau sedekah dan infak membantu orang yang sedang mengalami kesulitan, 10 persen dana darurat atau assurance, 30 persen cicilan rumah, 15 persen investasi, sisanya untuk biaya dan gaya hidup. “Untuk bisa memenuhi pembagian pengeluaran seperti itu, mau tak mau gaya hidup harus disesuaikan,” ujar Prita.

Hanya, ia mengakui, pembagian pengeluaran seperti itu hanya bisa diterapkan pada orang yang berpenghasilan di atas Rp10 juta. “Kalau penghasilannya masih (level) UMR, ya sulit,” jelasnya.

Baraningrum menyebutkan sejumlah produk kredit pemilikan rumah/apartemen dan kredit pemilikan kaveling siap bangun dari Bank Danamon yang layak dipilih kaum muda, baik yang konvensional maupun syariah. Nilai kreditnya mulai dari Rp100 juta per unit dengan tenor hingga 20 tahun.

Bunga promonya saat ini terkait ulang tahun Bank Danamon ke-63 tanggal 16 Juli 2019 hanya 6,3 persen per tahun fixed 3 tahun. Setelah itu berlaku bunga pasar efektif floating yang di counter Bank Danamon disebutnya sekitar 12 persen per tahun saat ini. Penawaran berlaku sampai akhir Agustus 2019.

Untuk KPR/KPA yang tidak terkait dengan hari ulang tahun itu, bunga promonya 6,49 persen per tahun fixed 3 tahun atau 8,25 persen per tahun fixed 5 tahun. Sedangkan bunga promo balance transfer atau KPR take over 7,49 persen per tahun dan kredit multiguna (beragun properti) 8,75 persen per tahun, masing-masing fixed 3 tahun.