HousingEstate, Jakarta - Pengembangan infrastruktur menjadi pemicu perkembangan sebuah kawasan berkembang dan meningkatkan nilai propertinya. Salah satu kawasan yang berkembang pesat akibat pembangunan infrastruktur itu, adalah Sentul di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di jalur tol Jagorawi dan kereta ringan atau light rail transit alias Lintas Raya Terpadu (LRT) Cawang (Jakarta)-Cibubur-Bogor. Apalagi di kawasan Sentul makin banyak dikembangkan proyek berskala kota (township). Yang terbaru Citra Sentul Raya (1.000 ha), sebelumnya sudah ada Sentul City (3.200 ha).

Salah satu proyek yang berkembang pesat itu adalah mixed use development Royal Sentul Park of LRT City (14,8 ha) besutan PT Adhi Commuter Properti (ACP) di Jalan Raya Babakan Madang, Sentul. ACP adalah anak usaha PT Adhi Karya Tbk yang membangun LRT Jabodetabek. Royal Sentul Park dikembangkan sebagai hunian (apartemen) dilengkapi fasilitas komersial, terintegrasi dengan bakal stasiun LRT di Sentul Sirkuit.

Menurut Project Director Royal Sentul Park Nanang Safrudin Salim, proses pembangunan LRT itu (saat ini yang akan selesai adalah LRT Cawang-Cibubur dan disusul beriktunya Cibubur-Bogor), telah memicu perkembangan kawasan dan kenaikan harga propertinya. “Terlebih LRT City Royal Sentul Park terintegrasi dengan sarana LRT yang makin memicu kawasan dan proyek terus berkembang,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Royal Sentul Park saat ini tengah membangun apartemen tower pertama setinggi 34 lantai mencakup 1.626 unit hunian, selain fasilitas komersial berupa Mal The Boutique Walk (Mal B-Walk). Yang sudah terbangun antara lain area gaya hidup (kuliner) Padi Emas dan wisata Taman Kupu-Kupu yang selalu ramai duikunjungi orang terutama pada akhir pekan. Total akan dibangun sembilan tower apartemen selain Royal Boutique Hotel (bintang tiga), perkantoran, rumah sakit, kampus universitas, dan lain-lain. Tower pertama itu akan melakukan proses tutup atap (topping off) tanggal 17 Agustus 2019 dengan target serah terima medio 2020.

Annisa Rizky Fadlillah, Project Marketing Manager Royal Sentul Park, menambahkan, sejak mulai dikembangkan tahun 2017, harga unit apartemen di Royal Sentul Park terus mengalami peningkatan seiring pengembangan infrastruktur di kawasan. “Harga perdana tipe studio 22 m2 Rp299 juta, sekarang sudah Rp407 juta. Jadi, naik Rp100 jutaan dalam dua tahun,” ungkapnya.

“Penjualan tower pertama sudah mencapai 900 unit. Saat ini kami hadir di Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC Senayan (Jakarta). Kami memberikan banyak penawaran menarik selama pameran itu hingga tanggal 4 Agustus. Misalnya, pembebasan biaya-biaya dengan nominal mencapai Rp30 juta selain hadiah langsung produk elektronik,” jelasnya.

Selain studio, tipe unit lain yang dipasarkan di Royal Sentul Park adalah satu kamar tidur (KT) seluas 35,5 m2 (luas kotor) seharga Rp605,3 juta dan 2 KT 50 m2 Rp825 juta. Adhi Karya juga telah mengakuisisi lahan di seberang Royal Sentul City seluas 70 ha yang akan dijadikan pengembangan proyek LRT City selanjutnya.