HousingEstate, Jakarta - Synthesis Development meluncurkan proyek terbaru perumahan Synthesis Homes (4,7 ha) di Jalan Purnawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan-Banten. Synthesis Homes dirancang sebagai hunian yang kompak untuk kalangan muda urban. Lokasinya tidak jauh dari depo/stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta  Selatan, sekitar 3 km.

“MRT itu menjadi salah satu poin utama yang membuat kami sangat yakin produk ini diterima pasar dengan baik. Hal itu kami tunjang dengan pengembangan fasilitas di dalam perumahan dan harga yang kompetitif dilihat dari sisi lokasi, yang bukan hanya dekat ke MRT tapi juga ke koridor bisnis RA Kartini-TB Simatupang, jalan tol JORR Ulujami-Pondok Pinang-Taman Mini, dan kawasan elit Pondok Indah,” kata Imron Rosyadi, GM Synthesis Development, saat launching resmi proyek akhir pekan lalu.

Synthesis Homes dilengkapi smarthome system berupa CCTV di garasi dan ruang tamu, saklar utama yang bisa mengontrol semua perangkat elektronik di rumah, dan panic botton (tombol keadaan darurat). Smarthome system-nya bisa di-upgrade sesuai kebutuhan masing-masing penghuni.

Proyek menyediakan 267 rumah dua lantai dengan tipe 73/60 dan 91/72 seharga mulai Rp1,1 miliar per unit. Perumahan akan dilengkapi club house, empat taman tematik, dan public WiFi. Pembelian saat ini bisa dengan depe lima persen saja dicicil tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan KPR dari bank.

Perumahan juga akan dilengkapi sistem pembuangan air dengan metode deep well injection, berupa sumur-sumur resapan. Ketika air di sumur resapan meninggi, sistem akan menyuntkkannya ke dalam tanah sehingga tidak akan menggenang di  permukaan. Jadi, air di dalam kawasan tidak menjadi beban saluran di luar kawasan di satu sisi, di sisi lain meningkatkan cadangan air tanah di kawasan perumahan.

“Ini klaster perumahan pertama yang paling dekat dengan MRT (tahun ini). Ke depan aksesibilitas itu juga akan terintegrasi dengan kereta ringan light rail transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) dan jalur Transjakarta (busway). Ke depan makin sulit mencari rumah tapak dengan harga terjangkau di lokasi yang sudah sangat matang seperti ini,” jelas Imron.