HousingEstate, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menurunkan bunga acuan BI Repo Rate sebesar 0,5 persen menjadi 5,5 persen pada Juli dan Agustus 2019. Tujuannya untuk menggairahkan perekonomian dan mengantisipasi perlambatan ekonomi global. Penurunan itu diharapkan diikuti penurunan bunga kredit termasuk KPR.

Menurut Kepala Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto, penurunan bunga acuan harus diikuti penurunan bunga bank yang mendorong permintaan kredit, baru bisa lebih menggerakan perekonomian.

“Harapannya penurunan bunga acuan itu bisa berdampak langsung terhadap penurunan bunga KPR dan kredit otomotif (KKB). Kalau dua ini sudah turun, dampak langsungnya akan menggairahkan kredit konsumtif lain sehingga perekonomian bisa bergerak ke arah yang lebih positif,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Hene Putro, GM Skandinavia Apartment (bagian dari superblok Tangerang City/TangCity), Jalan Jenderal Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang, Banten, bunga acuan yang terus menurun akan membuat properti lebih dilirik konsumen.

“Yang biasa berinvestasi akan mulai berhitung karena menyimpan uang di deposito jadi kurang menarik, sementara ada tawaran investasi yang sangat menarik di unit apartemen yang sudah siap serah terima dan beroperasi. Dua bulan belakangan banyak konsumen yang membeli (apartemen Skandinavia) hingga tiga unit,” katanya saat open house apartemen itu akhir pekan lalu.

Tahap pertama apartemen itu sebanyak 274 unit disebut sudah habis Agustus 2017, tahap dua 220 unit pada Agustus 2018, dan 20 September 2019 dipasarkan sebanyak 200 unit selain 350 unit yang dipasarkan untuk apart-hotel yang dikelola Fika Room.

Saat ini apartemen Skandinavia menyisakan unit-unit besar di atas dua kamar tidur (KT). Kenaikan harganya diklaim juga sangat signifikan. Saat dipasarkan pertama kali tahun 2017 harga perdananya Rp16,5 juta-Rp17 juta/m2, sekarang sudah Rp26 juta-Rp27 juta/m2. Tren penjualan masih bisa dijaga rata-rata 15 unit setiap bulan. Semua apartemen sudah siap huni.

“Targetnya 200 unit tahap ketiga itu habis pertengahan tahun depan,” ujar Hene. Hanya dalam praktik selama ini, penurunan bunga acuan tidak serta merta diikuti penurunan bunga bank baik kredit maupun dana. Perlu hingga enam bulan sampai setahun, baru bunga bank menyesuaikan diri. Jadi, dampaknya terhadap perekonomian termasuk bisnis properti masih harus ditunggu.