HousingEstate, Jakarta - Melalui Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 49 Tahun 2018, saat ini pemilik gedung bisa memanfaatkan atap bangunan atau gedungnya untuk menghasilkan energi listrik mandiri melalui sitem solar panel photo voltaic (PV). Hal ini untuk mendorong bangunan gedung menerapkan konsep intelligent building, salah satunya dengan memanfaatkan energi cahaya matahari sebagai sumber daya listrik.

Dengan sistem PV surya sebagai sumber utama listrik tanpa baterai, sistemnya bisa langsung diintegrasikan dengan jalur listrik PLN dengan mekanisme ekspor-impor. Kita tetap menggunakan energi listrik PLN, namun kala ada kelebihan daya bisa menggunakan listrik alternatif ini dengan berbagai aplikasinya seperti PV glass window, solar rooftop, maupun PV road.

Terkait hal itu produsen atap metal Utomodeck mengeluarkan solusi atap yang diintegrasikan dengan sistem PV, khususnya untuk bangunan-bangunan komersial seperti gedung perkantoran, pabrik, rumah sakit, dan lain-lain. Menurut Anthony Utomo, Direktut PT Utomodeck Metal Works, pihaknya ingin mengajak masyarakat mulai menerapkan energi ramah lingkungan dan memaksimalkan penggunaan atap gedungnya.

“Kami memberikan solusi yang komrehensif untuk bagian atap termasuk sistem solar panelnya. Bahkan pengguna yang budget-nya masih terbatas bisa juga dengan sistem sewa. Jadi kita pasangkan atap plus sitem solar rooftop-nya dengan menyewa, nanti penghematannya bisa untuk membayar atap plus sistemnya,” katanyaa saat menggelar workshop Smart Energy Building: Implementation & Trends bersama penyedia infrastruktur konektivitas teknologi informasi (TI) XL Axiata Group, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Utomodeck mencoba mengintegrasikan produk atapnya dengan sistem pembaangkit listrik atap yang harganya saat ini masih relatif mahal. Konsep ini diterapkan agar masyarakat terbiasa seiring dengan teknologi yang semakin maju dan regulasi pemerintah yang makin mendukung konsep ini.

Jadi, Utomodeck menawarkan sistem atap yang terintegrasi, dijamin tidak bocor, didesain dengan baik dengan menggandeng mitra lainnya. Garansi atap plus sistemnya hingga 20 tahun. Bukan hanya mitra dari perusahaan solar panel, digandeng juga MSA Safety Company yang akan membawa perangkat keamanan untuk maintenance solar panel di atas atap.

Panel-panel surya untuk menyerap cahaya matahari menjadi listrik perlu dirawat dengan cara dibersihkan. Debu dan kotoran yang menempel bisa mengurangi daya panel menyerap cahaya matahari dan menghasilkan listrik. Jadi, dibuat semacam dudukan hingga katrol untuk memudahkan melakukan pembersihan panelnya.

“Sekarang masih tahap edukasi karena masih banyak orang yang berpikir atap itu yang penting supaya nggak bocor. Kenyataannya atap bisa untuk konservasi energi dan jadi bagian dari green building. Ini fokus kami sebagai bagian dari inovasi terkait perkembangan tren atap. Selain untuk bangunan komersial kami juga menjual untuk perumahan dan tengah menjajaki dengan beberapa pengembang untuk menerapkan di proyek mereka. Kapasitasnya per 1 KWP (kilo watt peak) itu 10 m2 solar panel,” tutur Anthony.