HousingEstate, Jakarta - PT Metro Perkasa Abadi (Metroland), pengembang sejumlah perumahan di Bekasi, Jawa Barat, tengah menyiapkan peluncuran proyek baru Victoria Elok. Proyek perumahan seluas 20 ha di Jl Raya Buni Bakti, Bekasi Utara, itu dibandrol mulai Rp200 jutaan per unit.  Lokasinya dekat dengan jalan tol Cibitung-Cilincing yang akan beroperasi akhir tahun 2020. Victoria Elok merupakan perumahan keempat yang dibangun Metroland di Bekasi utara. Tiga perumahan sebelumnya adalah Victoria Green Residence (VGR/25 ha) di Jl Taruma Jaya, Victoria Permai (VP/8 ha) di Jl Pulo Timaha Babelan, dan Victoria Village di Jl Raya Buni Bakti.

Leonardo Hendryanto, President Director PT Metro Perkasa Abadi, mengatakan, seluruh proyeknya berlokasi di Bekasi Utara karena sudah mengetahui di kawasan ini akan dibangun jalan tol. “Kawasan ini prospeknya menjanjikan karena itu sejak beberapa tahun lalu saya sudah membebaskan tanah di sini,” katanya kepada housingestate.id di Bekasi, belum lama ini.

Seluruh proyek Metroland dirancang untuk meladeni segmen menengah yang pasarnya terbuka lebar.  Karena itu penjualan ketiga proyek Metroland cukup bagus. Victoria Village saat diluncurkan akhir 2017 langsung menyedot perhatian konsumen.  Tahun 2018 Metroland berhasil membukukan penjualan sekitar 500 rumah. Tren positif itu berlanjut hingga sekarang. “Rumah yang terjual sejak diluncurkan sudah 850 unit,” ujar Leonardo.

Ada empat faktor yang membuat perumahan ini diminati konsumen. Yaitu, harganya terjangkau dan kompetitif, pioner hunian sistem klaster di kawasan, dekat jalan tol, dan pembayarannya ringan. Ketika diluncurkan harga rumahnya mulai Rp245 juta tipe 27/60. Sekarang tipe tersebut harganya sudah naik menjadi Rp305 juta. Depe-nya 10% diangsur 18x, sekitar Rp1,69 juta per bulan. Untuk kategori  hunian realestat harga Victoria Village tersebut masih yang paling kompetitif.

VGR yang lokasinya di kawasan sudah berkembang di seberang Pasar Bojong Taruma Jaya pemasarannya juga cukup laris. Saat ini sudah memasuki pemasaran tahap 2 seharga Rp500-700 jutaan. Ada juga rumah tahap 1 tipe 40/72, 47/84, 52/90 seharga Rp700-900 jutaan. Rumah yang dibangun sudah banyak dan sebagian dihuni. Sementara itu VP dari 382 rumah sudah terjual 331 unit. Tipe rumahnya 27/60, 36/72, 42/90 seharga Rp300-500 jutaan. Rumah yang terbangun lebih banyak lagi.

Leo menyebutkan, Victoria Village mengisi kekosongan segmen yang tidak digarap pengembang lain. Perumahan ini satu-satunya yang menawarkan sistem klaster di kawasan  Buni Bakti. Perumahan lainnya menggarap segmen menengah bawah. Animo konsumen semakin besar karena  ada pembangunan jalan tol Cibitung-Cilincing. Dari gerbang tol Buni Bakti, salah satu gerbang di ruas tol tersebut, lokasi Victoria Village hanya beberapa ratus meter. Dengan lokasi seperti itu Victoria Village punya nilai lebih dan mudah diakses dari Bekasi dan Jakarta utara melalui jalan tol.