HousingEstate, Jakarta - PT Modernland Realty Tbk membuka klaster baru di Modernland Cilejit (1.000 ha) di Taban, Jambe, Tangerang, Banten. Tahap pertama saat dipasarkan Juli 2019 berhasil memasarkan 1.000 rumah senilai Rp225 miliar.

“Animo masyarakat terhadap proyek ini besar sekali sehingga banyak yang tidak mendapatkan unit saat penawaran pertama. Makanya kami meluncurkan sekaligus dua klaster baru, Pasai Barat dan Pasai Timur sebanyak 850 unit. Klaster Pasai sendiri langsung terjual 70 persen saat kami pasarkan awal September ini,” kata Freddy Chan, Vice President Director Modernland, melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Modernland Cilejit saat ini difokuskan untuk pembeli rumah pertama yang pasarnya sangat besar. Fokus itu diambil seiring pergeseran konsumen dari tadinya kebanyakan kalangan investor menjadi kalangan pengguna akhir (end user) yang porsinya saat ini sekitar 40 persenan.

David Iman Santosa, Managing Director Marketing Division Modernland, menambahkan, ada pergeseran yang baik dengan profil pembeli end user yang terus meningkat dan berdampak langsung pada peningkatan penjualan Modernland Cilejit. “Dalam satu bulan sejak soft launching perdana, harga rumahnya sudah naik lima persen dan sekarang tipe yang paling kecil 22/60 harganya sudah Rp180 jutaan,” katanya.

Karena banyaknya konsumen end user itu, Modernland juga aktif untuk menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membuat Stasiun Cilejit sebagai hub station, sehingga membuat kawasan kota baru ini menjadi transit oriented development (TOD). Penandatanganan MoU dengan KAI sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Area Modernland Cilejit menyatu dengan stasiun Cilejit di jalur kereta komuter Jakarta-Bintaro-Serpong-Parung Panjang-Tigaraksa-Tenjo-Maja-Rangkasbitung.

Klaster Pasai sendiri dibangun di atas lahan seluas 9,8 ha yang berisi rumah tipe 22/60, 27/72, dan ruko tipe 71/54 dan 78/60. Lokasi klasternya berdekatan dengan kawasan hijau Central Park dan danau seluas 20 ha. Selain dimudahkan dengan sarana kereta komuter, lokasi kawasan diapit kawasan bisnis Tigaraksa dan Serpong.

“Untuk tahap pertama kami mengembangkan seluas 100 ha untuk kawasan hunian berkonsep klaster seluas 40 ha, sisanya untuk ruko, rumah usaha, Central Park, Water Park, American Boulevard, dan sarana lainnya. Pengembangan proyek akan cepat seiring perkembangan wilayah barat yang juga cukup pesat,” jelas David.