HousingEstate, Jakarta - Pasar properti disebut lebih baik pada semester pertama tahun 2019 terutama pasca pilpres. Menurut Anton Sitorus, Direktur Riset Savills Indonesia, perusahaan konsultan, riset, dan manajemen properti, pasar diprediksi terus membaik pada semester dua kendati masih ada tekanan terkait kondisi ekonomi domestik dan global.

“Kalau ketegangan global menurun dan pemerintah bisa memberikan regulasi dan insentif yang tepat, dengan kenaikan peringkat investasi Indonesia di mata dunia yang makin positif, kita bisa lebih optimistis dengan sektor properti. Kondisi ini juga akan membuat asing akan terus masuk menggarap bisnis properti di sini,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (12/9/2019). Karena itu para stakeholder properti diharapkan berbenah untuk membuat sektor ini makin kondusif setelah kelesuan pasar yang cukup panjang.

Brighton Real Estate, perusahaan agen properti lokal, juga melihat perbaikan pasar itu dan menilai bisnis keagenan masih menjanjikan. Karena itu menawarkan konsep one management system dengan dukungan teknologi informasi (TI) untuk membantu para agen memasarkan properti dengan lebih efisien.

Menurut Chief of Corporate Brighton Indonesia Widjaja Santoso, konsep one management system memungkinkan para agen properti tetap bekerja efektif bahkan saat berada di luar wilayahnya. “Kalau ada agen punya klien di Bali, sementara dia tinggal di Jakarta, proses penjualan dan transaksi propertinya tetap bisa dilakukann lewat kantor di Bali. Agen di Jakarta bisa bekerja sama dengan agen di Bali sehingga dia tetap bisa menerima income atau komisinya,” katanya.

Konsep itu memudahkan para agen properti bahkan yang pemula untuk memulai bisnis. Sementara bagi agen profesional sistem ini bisa memberikan integrasi yang mendukung dan memudahkan pemasaran properti yang ditanganinya di seluruh Indonesia. Brighton juga menawarkan keunggulan dari sisi teknologi yang bisa dimanfaatkan agen properti. Salah satunya dengan model aplikasi yang lengkap baik untuk sistem iOS maupun Android.

“Dengan teknologi itu setiap agen bisa membaca laporan transaksi karena semuanya tercatat dan informasinya bisa dilihat di gadget masing-masing. Kami juga menggunakan media sosial untuk membagikan informasi mengenai program-program yang kami adakan supaya tetap update,” beber Widjaja.

Brighton didirikan tahun 2011 dengan fokus memberikan pelatihan dan berbagi pengalaman dengan para agen yang bergabung. Saat ini Brighton sudah memiliki delapan cabang di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Bali, dan Makassar.