HousingEstate, Jakarta - Putra terbaik bangsa itu telah berpulang pada hari Rabu, 11 September 2019, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Republik Indonesia ketiga itu di masa tuanya tetap aktif dan produktif, bahkan juga ikut menetakkan jejak di bisnis properti melalui mega proyek mixed use development bernama Meisterstadt (9 ha) di Jalan Ahmad Yani, Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, bermitra dengan Pollux Properties. Nilai investasi totalnya disebut Rp14 triliun lebih.

Di dalamnya akan dihadirkan belasan menara apartemen, mal, hotel, rumah sakit, perkantoran dan lain-lain. Tahap pertama dikembangkan empat menara apartemen sejak . Dua menara sudah hampir jadi terbangun. Dua menara lagi dalam tahap awal pengembangan.

Batam dipilih BJ Habibie karena pria jenius kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini, sempat lama diserahi Presiden Soeharto untuk mengembangkannya sebagai sebagai kawasan ekonomi khusus. Habibie pun menjadi  Kepala Badan Otorita Batam selama 1978-1998 selain seabrek jabatan puncak lainnya.

Habibie yakin Batam bisa dibuat maju dan menyaingi kota-kota modern lainnya terutama Singapura yang ada di seberangnya. Sempat muncul segitiga pertumbuhan Sijori (Singapura, Johor, Riau), tapi kemudian menguap seiring memudarnya pesona Batam sebagai kawasan khusus pasca krismon 1998.

Tapi, setelah tidak menjadi presiden, Habibie tetap berupaya mewujudkan mimpi mengangkat Batam sebagai kota global. Antara lain dengan mengembangkan proyek properti terpadu yang dinamai dengan bahasa Jerman, tempat Habibie meraih gelar sarjana dan doktor teknik pernerbangan itu.

“Meisterstadt itu dari bahasa Jerman. Meister berarti master atau ahli, sementara stadt bermakna kota. Jadi, Meisterstadt ini ingin saya jadikan kota dengan standar tinggi seperti kota-kota di Jerman. Batam akan selalu melekat di hati saya, bukan karena dia dekat dengan Singapura tapi lebih dari itu Batam bisa menjadi penghubung antara Indonesia dan dunia,” kata Habibie saat peluncuran tower keempat Meisterstadt di Jakarta awal Mei 2019.

Kini sang jenius dan visioner itu telah tiada, menyusul istri yang sangat dicintainya, Hasri Ainun Habibie, yang telah berpulang pada sembilan tahun lalu. Jasad kedua orang yang saling mencintai ini telah berdampingan di Taman Makan Pahlawan Kalibata. Mimpi mengembangkan kota sehebat kota-kota di Jerman itu akan dilanjutkan kedua anaknya Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie yang menjadi chairman dan presiden komisaris di Pollux Habibie International yang mengembangkan Meisterstadt.