HousingEstate, Jakarta - Investor asing sudah menyatakan minat ikut menggarap proyek rumah murah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir April 2015.

Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid, cukup banyak investor asing yang datang ke kantornya menyatakan minat menggarap proyek rumah murah itu dan pemerintah menyambutnya positif.

“Kita melihat kalau investor asing sudah masuk, bisa mempercepat program penyediaan perumahan rakyat dan itu positif untuk memenuhi kebutuhan kita yang sangat besar. Beberapa investor yang sudah menyatakan ketertarikannya berasal dari Korea Selatan, Cina, dan sejumlah negara lainnya,” katanya dalam acara FIABCI Asia Pasific Regional Congress (APREC) 2019, melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Investor asing tertarik, kata Khalawi, program sejuta rumah seperti yang dijalankan Indonesia sangat jarang diterapkan di negara lain. Program ini menjadi lebih menarik karena mendorong seluruh stakeholder untuk terus memperbanyak suplai perumahan guna memenuhi permintaan pasar yang sangat besar.

“Pemerintah akan berupaya untuk mempermudah masuknya investasi asing di sektor rumah murah ini dengan mempermudah perizinan. Adanya PP No. 64 Tahun 2016 tentang pembangunan rumah untuk MBR diharapkan bisa menjadi pintu masuk untuk terus mendorong pencapaian program satu juta rumah,” katanya.

Presiden Federasi Realestat Dunia atau FIABCI Mr. Waleed Mousa mengatakan, pihaknya sangat mendukung berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk membangun rumah bagi masyarakatnya. “Perumahan merupakan sektor yang sangat penting dan jumlah populasi yang besar di Indonesia tentunya membutuhkan perencanaan dan terobosan untuk memenuhi hunian yang layak,” katanya.

Baru-baru ini Creed Group asal Jepang bekerja sama (joint venture) dengan PT Eka Surya Mustika (Mustikaland Group) untuk mengembangkan perumahan Mustika Sukamulya (35 ha) di Sukamulya, Sukatani, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Dari 3.300 unit rumah yang akan dibangun, 60 persennya berupa rumah bersubsidi tipe 27/60 seharga Rp150 jutaan. Sisanya untuk rumah komersial berharga murah mulai tipe 30/60 seharga mulai dari Rp190 jutaan per unit.