HousingEstate, Jakarta - Interni Asia, perusahaan distributor untuk kain interior (interior fabric) dan wallpaper dari berbagai merek ternama, yang hadir di Indonesia sejak 1994 menggelar pameran fashion dan desain di gerai Interni Asia di Jakarta. Kain interior ini umumnya dipakai oleh desainer interior atau desain produk untuk melapisi bantalan-bantalan pada furnitur, cushion, hingga wallpaper dan gorden.

Pameran yang dilangsungkan selama 7 hari itu mengangkat tema “Divine Touch, 25 Years of Weaving Luxury”. Interni Asia berkolaborasi dengan lima desainer interior dan lima desainer busana untuk menyuguhkan rancangan gaun malam dan instalasi desain.

Keseluruhan karya menggunakan kain interior yang didistribusikan oleh Interni Asia seperti, merek Robert Allen, Rubellei, Dedar, Armani/Casa, James Hare, Jim Thompson, dan lain-lain sebagai material dasar.

“Pameran ini tidak hanya menghadirkan inspirasi, tetapi juga menjadi wujud ekspresi baru dari kain interior yang semakin lama memiliki kualitas sangat baik, bahkan mampu menjadi bahasa ekspresi fashion,” kata Hireka Vitaya Thohir, founder Interni Asia, saat membuka pameran itu di Jakarta, pekan lalu (12/9/2019).

Gaun malam rancangan Adrian Gan (foto: HousingEstate/Diyah)

Ada perancang busana Sebastian Gunawan, Didi Budiarjo, Eddy Betty, dan Adrian Gan yang terlibat, juga desainer fashion art accessories Rinaldy A Yunardi. Kain interior dari merek Rubelli dan Dedar di tangan para desainer tersebut berubah menjadi bahan kain adi busana yang mempesona dalam rancangan gaun malam. Bahan yang sama pernah juga digunakan untuk busana dalam serial Games of Throne.

Instalasi karya desainer interior Agam Riadi (foto: HousingEstate/Diyah)

Sementara itu desainer interior menghadirkan instalasi yang mengekspresikan kain untuk furnitur dan wallpaper dari merek Jim Thompson yang baru saja menjadi mitra Interni Asia. Desainer interior Agam Riadi, bermain warna dan motif cerah pada kursi tunggal berdesain klasik dan dua cushion berbentuk kotak. Desainer lainnya yang ikut berkarya adalah Thomas Elliot, Sammy Hendramianto, Shirley Gouw, dan Prasetio Budhi.

Selain ditujukan bagi pelanggan dan klien Interni Asia, pameran juga mendatangkan pengunjung dari kalangan mahasiswa dan akademisi untuk berbagi inspirasi dan ilmu. Gaun-gaun malam yang dipamerkan nantinya juga akan dilelang dan hasilnya disumbangkan bagi kegiatan sosial.