HousingEstate, Jakarta - Produk serat alternative Viro produksi PT Polymindo Permata asal Indonesia, mengikuti pameran Dubai Leisure Show 2019 di World Trade Centre Dubai, Uni Emirat Arab, 17 – 19 September 2019. Viro yang menjadi satu-satunya peserta pameran mengangkat tema “The Nusantara Coasts” di booth-nya dengan menampilkan teknik kerajinan merajut Makrame yang merupakan hasil akulturasi budaya Arab dan kemudian menjadi bagian tradisi Indonesia terutama di wilayah pesisir.

Selain untuk kerajinan, produk Viro juga bisa digunakan untuk material atap resort wisata, furnitur, aksesoris, karya seni, desain, arsitektur, dan sejenisnya, terutama untuk ruang luar. Selain di dalam negeri, produk sudah banyak diekspor dan dipakai dalam berbagai proyek leisure di luar negeri. Produk diklaim kuat, tahan segala cuaca, dan tampil seperti serat natural. Dubai Leisure Show disebut sebagai pameran industry leisure terbesar di Timur Tengah dan Afrika.

“Guna mempromosikan keindahan alam dan memperkenalkan keunikan budaya Indonesia di kancah internasional, kami memutuskan memodifikasi konsep booth yang sebelumnya ditampilkan di CASA Indonesia, pameran terbesar dan komprehensif di bidang arsiktektur, interior, desain, dan seni di Indonesia tahun ini, menjadi The Nusantara Coasts,” kata Johan Yang, Executive Vice President PT Polymindo Permata, melalui siaran pers di Jakarta akhir pekan lalu (21/9/2019).

Booth Viro berada dalam kategori sektor “furnitur luar ruang”. Viro bekerjasama membangun booth “The Nusantara Coasts” bersama desainer interior ternama Kezia Karin dari Indonesia.

Konsul Jenderal RI di Dubai Ridwan Hassan mengapresiasi pencapaian Viro. “Dubai adalah lokasi strategis yang merupakan hub di Timur Tengah dan Afrika. Sebagai destinasi utama pameran dagang yang seringkali diadakan di kawasan, diharapkan partisipasi Viro dalam The Leisure Show 2019 membuka jalan bagi produk-produk lokal Indonesia lainnya diterima dan semakin dikenal di Timur Tengah dan Afrika. Kami juga mengapresiasi langkah Viro membantu mempromosikan budaya dan alam Indonesia di kancah global melalui arsitektur (booth) yang indah,” tuturnya.

Selain aktif berpartisipasi dalam pameran dagang, Viro juga mendirikan kantor perwakilan di Dubai guna terus menggenjot pangsa pasar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yang saat ini dikatakan, berkontribusi 25 persen dari total ekspor produk. Setelah berhasil menyelesaikan proyek di Banana Island, Qatar, dan Uni Emirat Arab, Viro berharap dapat kembali terlibat di proyek-proyek leisure lain di kawasan.