HousingEstate, Jakarta - Bank BTN tengah menyiapkan beberapa aksi perusahaan untuk meningkatkan porsi pembiayaannya. Aksi penting yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah menyapih unit usaha syariah (UUS) menjadi unit usaha mandiri. Spin off itu diharapkan membuat pergerakan unit makin lincah dan terus membesar.

“Menurut ketentuan UUS BTN memang harus dipisah tahun 2023. Tahun 2020 kita harus lapor ke Bank Indonesia (BI) dan itu berlaku untuk semua bank yang punya unit syariah. Makanya akan lebih baik kalau unit ini kita spin off. Tentu ada berbagai pertimbangan dan persiapan yang harus kita lakukan,” kata Nixon LP Napitupulu, Direktur Keuangan & Treasury Bank BTN, saat media gathering BTN di Yogyakarta pekan lalu.

Berbagai pertimbangan tersebut antara lain, bila menjadi bank syariah yang mandiri, induk harus menyiapkan modal yang lumayan besar dengan nilai kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di atas 14-15 persen. Spin off juga akan membuat ada gap funding yang lumayan besar yang harus ditanggung perusahaan induk.

“Bisa juga dilakukan merger dengan unit syariah bank lain sehingga tidak membutuhkan capital expenditure (capex) besar. Keuntungan lain dengan merger, kantor cabang atau outlet menjadi lebih besar sehingga kita tidak perlu terlalu ekspansif. Tapi ini semua tentu harus dihitung dan dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan,” jelasnya.

Direktur Konsumer Banking Bank BTN Budi Satria menambahkan, spin off akan membuat UUS BTN menjadi badan usaha syariah (BUS) dan diharapkan bisa mendongkrak kinerja Bank BTN.

“Selama ini kinerja UUS BTN sudah sangat baik, namun karena masih berupa unit usaha, ruang gerak untuk ekspansi menjadi sangat terbatas. Dengan menjadi entitas bisnis mandiri diharapkan ruang gerak Bank BTN Syariah dalam pengembangan bisnis ke depan bisa semakin besar,” katanya.

Nantinya bila sudah menjadi BUS, maka UUS Bank BTN akan menjalankan core business yang sama dengan induknya yang memiliki infrastruktur lengkap sehingga diharapkan bisa terus berkembang.

Hingga akhir Juni 2019 UUS Bank BTN mencatat pertumbuhan aset 19,67 persen menjadi Rp29,17 triliun, disokong peningkatan pembiayaan 16,54 persen menjadi Rp23,16 triliun. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 18,15 persen menjadi Rp23,03 triliun. Capaian itu membuat UUS Bank BTN bisa meraih laba Rp105,23 miliar.