HousingEstate, Jakarta - Dalam satu bulan terakhir ini ada dua launching properti yang sukses. Pertama, CitraGarden Puri yang dilansir PT Ciputra Residence di Jl Aseni Raya, Kosambi, Jakarta Barat. Kedua, peluncuran klaster Fleekhouz yang dilakukan Sinar Mas Land di BSD City, Serpong, Tangerang (Banten).

Di CitraGarden Puri (18 ha) Ciputra berhasil menjual rumah sebanyak 600 unit di lima klaster senilai Rp850 miliar hanya dalam hitungan jam. Beberapa faktor penyebabnya, pertama, sudah sangat lama tidak ada developer di Jakarta Barat yang menawarkan rumah seharga mulai dari Rp900 jutaan. Makanya begitu informasi penjualannya disebar-luaskan, orang yang mengambil nomor urut pemesanan (NUP) membludag. Dalam waktu singkat mencapai 1.300 lebih atau dua kali lipat lebih dari jumlah rumah yang dipasarkan.

Fleekhouz BSD City

Kedua, lokasinya tidak seberapa jauh dari kawasan bisnis Puri Indah yang di dalamnya telah berdiri megah Mall Puri Indah dan Lippo Mall, rumah sakit Pondok Indah, dan sejumlah gedung perkantoran, di samping dekat pula dengan pintu tol JORR yang mengoneksikan akses ke seluruh wilayah Jabodetabek.

Ketiga, konsep yang ditawarkan tidak biasa. Perumahan ini akan dikelola oleh estate management dengan standar pengelolaan apartemen: keamanan dan privasi warganya akan diutamakan. Keempat, dipasarkan oleh Citra Link Marketing Community yang anggotanya sudah ribuan dari berbagai kota. Kelima, menggunakan digital marketing. Dengan aplikasi CitraLink member dapat mengunduh e-brochure, melakukan booking dari mana saja dan kapan saja  melalui virtual account.

Sinar Mas Land sukses menjual satu klaster rumah (455 unit) senilai kurang lebih Rp450 miliar dalam tempo sembilan hari juga dikemas tidak biasa. Pertama, harga jualnya untuk ukuran BSD City tidak biasa, mulai Rp860 juta hingga Rp1,04 miliar. Jarang sekali  ada penawaran rumah sehatga itu di BSD City. Kemudian desainnya juga tidak biasa. Rumah karya arsitek Dony Gondo dari Studio Air Putih ini unik, kecil seluas 45m2 di atas kaveling 4×10 tapi menarik. Dijual fully furnished, sehingga menjawab kebutuhan konsumen milenial yang suka hidup praktis, tidak  ribet. Begitu rumah diserah-terimakan mereka bisa langsung menempati.

Benang merah dari kesuksesan dua proyek di atas adalah kepiawaian developer dalam menetapkan harga dan kejelian membaca kebutuhan pasar. Ciputra mampu membaca adanya kebutuhan rumah  harga terjangkau di tengah kota yang keamanan dan kenyamanannya seperti di apartemen. Sedangkan Sinar Mas Land lihai membaca kebutuhan milenial akan rumah yang praktis.

Jadi , developer yang paham kebutuhan orang saat ini perumahannya laris. Kedua produk di atas untuk memenuhi kebutuhan lapis paling bawah dari segmen pasar menengah-atas. Sedangkan untuk segmen pasar menengah dan menengah bawah yang dibutuhkan rumah-rumah yang cicilannya Rp3 jutaan ke bawah, atau harganya di kisaran Rp500 jutaan ke bawah. Kebutuhannya besar sekali. Makanya banyak perumahannya yang laris. Sebut saja Victoria Village dan Mustika Park Place di Bekasi, Bali Resort Bogor dan Citaville di Bogor, dan Garden@Candi Sawangan di Depok. Beberapa developer besar termasuk developer asing melalui skema joint venture juga mulai ikut menggarap pasar ini.  Karenanya fenomena “Ramai-Ramai Menggarap Rumah Menengah-Bawah” ini dipilih Majalah Housing Estate menjadi tema Liputan Utama edisi ke-183 bulan November 2019 ini.