HousingEstate, Jakarta - PT Intiland Development Tbk terus melakukan pengembangan proyek hunian terpadu (mixed use development) Aeropolis (105 ha) di dekat Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Menurut Totonafo Lase, pimpinan proyek Aeropolis, hingga saat ini sudah dibangun sebanyak 4.300 unit apartemen di Aeropolis. Sebanyak 3.800 unit sudah diserahterimakan sejak pengembangan proyek dilakukan tahun 2012.

“Sekarang hanya ada sekitar 90 unit yang kami pasarkan di-bundling dengan perabot (full furnished). Tipe studio seluas 12 m2 (nett) harganya Rp206 juta. Di luar dugaan peminatnya cukup banyak, sehingga Desember ini kami akan meluncurkan satu tower baru dari tiga tower yang akan kami luncurkan yang tadinya untuk tahun depan,” katanya kepada housingestate.id saat media visit Aeropolis, Kamis (7/11/2019).

Total pengembangan kawasan Aeropolis saat ini sudah mencapai 30 ha untuk pengembangan apartemen dan pergudangan. Aeropolis merupakan kawasan residensial lowrise (lantai rendah) dengan rata-rata 32 unit per lantainya. Untuk tower yang baru yang akan dipasarkan tipe satu kamar tidur (KT) dan 2 KT seharga Rp350 juta-Rp500 juta. Untuk tipe studionya mulai Rp225 juta.

Total sejak pengembangan tahun 2012 kenaikan harga unit Aeropolis sudah mencapai 110 persen. Saat itu harga unit tipe studio mulai Rp90 jutaan. Fasilitas hingga sarana komersial lainnya juga sudah beroperasi dan kawasan sehari-hari sudah ramai khususnya ditopang aktivitas di bandara dan sekitarnya.

“Makanya kami juga menggandeng perusahaan hospitality seperti Travelio, Aparian Mediapura, Oyo Rooms, dan Red Doorz untuk memudahkan pemilik unit mengelola dan menyewakan unitnya,” ujar Toto.