HousingEstate, Jakarta - Bank CIMB Niaga terus mengukuhkan diri menjadi mortgage trend setter bank, dengan melansir fitur-fitur kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) yang sangat memudahkan konsumen mengaksesnya. Yang terbaru adalah KPR Xtra Spesial dengan bunga promo mulai dari 2,4 persen per tahun fixed (tetap) selama setahun pertama. Promo berlaku sepanjang Oktober-Desember 2019 untuk pembelian rumah dan apartemen yang dikembangkan 10 perusahaan developer.

Yaitu, Alam Sutera Realty (Alam Sutera dan Suvarna Sutera), Astraland (perumahan Asya), Tokyu Land (apartemen Branz BSD), Belaputra Intiland (Kota Baru Parahyangan), Jaya Property, Duta Putra Land, Sinar Mas Land, Ciputra Group, dan Damai Putra Group.

Menurut Heintje Mogi, Mortgage & Indirect Auto Business Head Bank CIMB Niaga, bunga 2,4 persen fixed satu tahun itu bisa digunakan untuk membeli apartemen di Branz BSD di BSD City, Tangerang (Banten). Setelah itu selama dua tahun berikutnya bunga promonya menjadi 6,5 persen per tahun.

Sedangkan untuk pembelian rumah dan apartemen di proyek-proyek Sembilan grup usaha lain, bunga promonya 4,5 persen per tahun fixed tiga tahun. Setelah bunga promo berakhir, berlaku bunga efektif floating (mengambang) yang di CIMB Niaga saat ini tercatat 11-12 persen. “Kami selalu melansir fitur-fitur KPR yang memberi manfaat ekstra kepada konsumen yang tidak didapat di produk KPR lain. Karena itu kami menyebut promo kali ini KPR Xtra Spesial,” kata Heintje.

Sementara untuk pembelian properti di proyek-proyek developer di luar 10 itu yang juga sudah bekerja sama dengan CIMB Niaga, bunga promo KPR/KPA-nya juga rendah. Yaitu, untuk properti baru (primary) 6,5 persen per tahun fixed tiga tahun dengan minimal periode (tenor) kredit delapan tahun, atau 7,88 persen per tahun fixed lima tahun dengan tenor kredit minimal 10 tahun.

Untuk properti seken, bunga promonya 7,75 persen per tahun fixed tiga tahun dengan tenor minimal delapan tahun, atau 8,25 persen per tahun fixed lima tahun dengan tenor minimal 10 tahun. “Murah banget kan? Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mengambil KPR Xtra Spesial CIMB Niaga,” ujar Heintje.

Tahun lalu CIMB Niaga mencatat portofolio KPR Rp30 triliun. Tahun ini pertumbuhan penyaluran KPR-nya ditargetkan 12-13 persen senilai Rp9,5-10 triliun dengan portofolio sekitar

Rp33-34 triliun. “Sejauh ini pertumbuhan KPR kita masih bagus, di atas pertumbuhan KPR perbankan. Sampai September realisasi penyaluran sudah mencapai Rp7 triliun dengan portofolio sekitar Rp33 triliun. Ticket size (nilai kredit rata-rata per debitur)-nya juga naik dari Rp714 juta menjadi Rp780 juta,” jelasnya.

Sekitar 35 persen dari nasabah KPR CIMB Niaga adalah kaum milenial berusia 21–36 tahun. CIMB Niaga bisa mempertahankan kinerja di tengah menurunnya pertumbuhan penyaluran KPR, karena produknya sederhana, mudah dipahami, dan selalu up to date dengan pricing (bunga) kompetitif. Selain itu CIMB Niaga fokus membiayai properti tipe 70 ke bawah dan lebih agresif menyelenggarakan event dengan developer, broker, dan lain-lain komunitas. Kalau tadinya sekitar 30 event per bulan di seluruh Indonesia, sekarang sekitar 70. “Jadi, kita tetap tumbuh bagus karena kreatifitas produk dan kreatifitas kegiatan,” ungkapnya.