HousingEstate, Jakarta - PT Adhi Commuter Properti (ACP) tengah mengembangkan banyak proyek hunian terintegrasi transportasi massal yang saat ini tengah dibangun induknya PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Yaitu, kereta ringan light rail transit (LRT) dengan brand LRT City di megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Saat ini ACP tengah mengembangkan LRT City Eastern Green (Bekasi), Royal Sentul Park (Bogor), Gateway Park (Jaticempaka, Bekasi),Urban Signature (Ciracas, Jakarta), Cisauk Point (Tangerang), Oase Park (Ciputat, Tangerang Selatan), Green Avenue (Bekasi), MTH 27 Office Suites (Tangerang), dan The Premiere MTH (Tebet, Jakarta).

Menjelang akhir tahun 2019 ACP kembali meluncurkan tiga proyek baru Adhi City (120 ha), Rivia (4,5 ha), dan Grand Central Bogor (5.700 m2). Dua pertama berlokasi di Sentul, Kabupaten Bogor, yang terakhir merupakan proyek apartemen dua tower hasil akuisisi dari PT Mega Graha Citra Perkasa (member of PT Cowell Development Tbk) yang lokasinya menempel dengan stasiun Bogor, Kota Bogor.

Menurut Komisaris Utama ACP Pundjung Setya Brata, proyek LRT telah memasuki milestone yang sangat penting dengan telah terpasangnya jembatan lengkung yang melintas di Kuningan, Jakarta, dan telah diujicobanya satu rangkaian LRT dari Cibubur ke Ciracas. Progres LRT yang terus meningkat ini mendorong percepatan pengembangan seluruh proyek LRT City.

“Proyek LRT dan integrasinya dengan hunian yang kami kembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD) makin mewujud. LRT akan beroperasi komersial akhir tahun 2021. Sebelumnya akan ada masa uji coba selama enam bulan. Jadi, akhir tahun depan masyarakat sudah bisa merasakan kenyamanan konsep hunian TOD yang akan terus berkembang menjadi tren hunian perkotaan,” katanya saat memperkenalkan tiga proyek baru itu untuk kalangan media di ajang Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti ACP Hanif Setyo Nugroho merinci ketiga proyek baru ACP tersebut. Adhi City menjadi proyek dengan skala yang paling luas. Tahap pertama kan dikembangkan rumah tapak (landed house) sebanyak 400 unit (4 ha) yang dibagi dalam dua klaster.

“Klaster pertama untuk kalangan milenial yang menawarkan rumah tipe 30/60 seharga Rp500 juta, tipe kedua untuk kalangan yang lebih senior dengan rumah tipe 60/120 seharga Rp800 jutaan. Kami melihat ada kalangan milenial yang tetap ingin landed house karena budaya kita sebenarnya mayoritas tumbuh dari konsep landed house. Ini juga jadi proyek pertama kami mengembangkan rumah tapak sehingga ragam produk ACP makin banyak,” katanya.

Adhi City bisa menjawab kebutuhan hunian pekerja milenial dengan gaji mulai Rp7 jutaan/bulan. Karena proyek memiliki skala township, ACP menunjuk Aecom sebagai perusahaan yang telah berpengalaman menggarapnya. Proyek akan menelan investasi total Rp23 triliun.

Rivia merupakan proyek yang dikembangkan di atas tanah milik ustaz kondang Yusuf Manyur yang akan digarap selama tujuh tahun. Rivia mencakup dua tower apartemen dan satu tower untuk service apartment dengan jumlah total 1.000 unit seharga mulai Rp750 juta sudah full furnished (nilai proyek mencapai Rp2,3 triliun). Proyek ini akan digarap dengan konsep yang lebih privat dan mengusung resort living karena berada dalam aliran Sungai Cikeas.

Sementara Grand Central City mencakup dua tower sebanyak 837 unit seharga mulai Rp400 juta dengan nilai investasi Rp600 miliar. Karena sifatnya tinggal melanjutkan, proyek ini ditargetkan bisa selesai dalam tiga tahun. Ketiga proyek baru ini mengusung jaringan transportasi yang berbeda. Adhi City dengan LRT, Grand Central Bogor dengan kereta komuter, sementara Rivia dengan akses jalan tol.

“Sekarang kita memiliki pilihan untuk berhunian dengan kemudahan transportasi dan itu sudah mulai disadari oleh pasar. Proyek kami yang di Cisauk yang terintegrasi dengan Stasiun Cisauk satu tower sudah sold out. Hampir di semua lokasi penyerapannya sangat baik khususnya setelah progres proyek LRT makin terlihat,” jelas Hanif.