HousingEstate, Jakarta - Dai kondang Ustadz Yusuf Mansur selain mengajar dan berdakwah, juga memiliki banyak bisnis yang telah dirintisnya sejak dulu termasuk bisnis properti. Yang terbaru, Yusuf mengembangkan lahan 4,5 ha di Sentul, Kabupaten Bogor, berkolaborasi dengan PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha BUMN PT Adhi Karya Tbk, menjadi apartemen strata dan apartemen servis sebanyak total 2.000-an unit.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976, ini bisnis properti bisa menghasilkan pahala yang luar biasa dan akan mengalir terus (pahala jariyah) selama propertinya digunakan untuk kebaikan. Hal itu sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW yang juga seorang pebisnis yang andal.

Bayangin, kalau kita bisa bikin properti yang bagus, digunakan untuk ibadah, untuk belajar, itu pahalanya mengalir terus untuk kita. Nabi bahkan membuat road map untuk menyiapkan bisnis dan jasa macam-macam dalam arti teladan. Bayangkan, seperti proyek yang kerja sama dengan ACP ini, 2.000-an unit itu ada yang tinggal, yang dagang, kerja, semuanya bisa ikut. Saya juga pengen belajar dari yang gede kayak ACP. Sekarang sih saya liatin aja dulu kayakj gimana prosesnya,” katanya kepada housingestate.id di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Di luar kerja sama dengan ACP, suami Siti Maemunah ini telah memiliki beberapa bisnis properti yang dikaitkan dengan Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA) yang mencetak para penghafal Quran di berbagai daerah. Yusuf juga tengah merintis proyek Rukosbun (rumah kos kebun) di Ciampea, Bogor, sekitar 4 km dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Untuk tahun ini yang gue urusin nyampe 200 hektar dari potensi 2.000 ha itu di mana-mana. Kan bagus juga kalau jadi Agung Semansur atau Meimansur (merujuk ke pengembang Agung Podomoro dan proyek Lippo Meikarta). Tapi, gue nggak mau dibilang pengusaha properti ya. Gue tetep ustaz. Cuma gue mau tunjukin kalau bisnis itu keren, kalau kita mudahin orang jadi gampang tinggal, tidur, makan, semuanya itu berpahala. Apalagi bisa memudahkan orang terus beribadah, mantep kan,” katanya ceplas-ceplos dengan logat Betawi yang kental.