HousingEstate, Jakarta - Bank BTN kembali melampaui target penyaluran kredit di ajang Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC Senayan, Jakarta, 16-24 November 2019. Dari target penyaluran kredit baru sebesar Rp3 triliun selama sembilan hari ajang pameran, Bank BTN membukukan transaksi kredit baru mencapai Rp4,54 triliun.

“Kami cukup terkejut, di tengah perlambatan ekonomi dan khususnya kelesuan sektor property, kami masih bisa melampaui target. Ini juga menjadi bukti kalau hunian masih menjadi tujuan utama yang dicari masyarakat baik untuk ditinggali maupun investasi,” kata Budi Satria, Direktur Consumer Banking Bank BTN, melalui siaran pers di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Proyek transportasi massal kereta ringan atau light rail transit (LRT) disebut Budi menjadi daya tarik utama, khususnya di wilayah-wilayah penyangga Jakarta seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok sehingga rumah-rumahnya paling banyak dicari. Masyarakat meminati produk-produk properti di sekitaran LRT karena dapat memangkas waktu tempuh saat bekerja di pusat kota Jakarta.

IPEX 2019 sendiri dihelat dengan memperkuat kolaborasi Bank BTN dengan kalangan pengembang untuk mengadakan bundling promo, sehingga produk yang ditawarkan menjadi lebih menarik. Selama sembilan hari pameran pengunjung yang datang mencapai 157.177 orang. Capaian Rp4,54 triliun itu berasal dari total 5.693 unit produk rumah dan apartemen yang terjual.

Perinciannya, izin prinsip KPR-KPA yang disetujui mengalir ke segmen rumah nonsubsidi mencapai Rp3,97 triliun atau setara dengan 4.766 unit. Untuk izin prinsip KPR subsidi sebanyak Rp149 miliar atau setara 408 unit, sementara untuk Unit Usaha Syariah (UUS) BTN berhasil meluluskan izin prinsip sekitar Rp603 miliar.

“Kami melihat faktor pelonggaran plafon kredit atau loan to value (LTV) yang diterapkan Bank Indonesia (BI) cukup efektif menggairahkan pasar, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses pembiayaan properti. Untuk tahun depan kami lebih optimistis terlebih dengan proyek LRT yang makin terlihat progresnya. Ada begitu banyak masyarakat yang menantikan operasionalnya proyek itu, dan itu akan berimbas ke bisnis properti,” jelas Budi.