HousingEstate, Jakarta - Mengenang Ciputra yang berpulang tengah malam Rabu (27/11/2019) tidak ada habisnya. HousingEstate memiliki banyak kenangan baik saat mewawancarai Sang Begawan Properti maupun sekadar ngobrol dan bertukar pikiran. Dalam berbagai kesempatan, Pak Ci, panggilan akrabnya, selalu bersemangat ketika berbagi pengalaman di industri yang sangat dia pahami itu.

“Sebagai pengembang kita mencari untung dan kita sudah untung. Yang harus dipastikan itu konsumen yang membeli dari kita juga harus mendapatkan cuan (untung), dan akan lebih baik kalau cuan yang didapatkan konsumen lebih besar dari yang kita dapatkan,” katanya saat berbicara di hadapan awak marketing Ciputra Group beberapa tahun lalu.

Sebelumnya, tahun 2010 di sebuah acara properti Asia Pasifik yang diselenggarakan FIABCI di Denpasar, Bali, Ciputra juga berbagi mengenai tips agar tetap bugar di usianya yang saat itu menjelang 80 tahun. Ia merasa perlu menjelaskan karena beberapa orang terlihat heran saat ia menggunakan kursi roda.

“Tulang saya sebenarnya kuat, tapi persendian agak lemah. Makanya untuk jarak yang agak jauh saya pakai kursi roda. Saya cukup sehat dengan menerapkan pola makan 90 persen sayur dan buah, sisanya baru ikan dan daging selain banyak istirahat dan minum air putih,” katanya. Kala itu Pak Ci tidak pernah menolak permintaan foto yang datang dan selalu menyambut hangat dengan rangkulan di pundak, atau gaya khasnya yang mengacungkan ibu jari dengan posisi tangan agak diangkat saat difoto.

Kini Sang Maestro properti itu telah berpulang dan menjadi duka yang mendalam bagi bangsa ini. Ciputra seperti menyusul beberapa tokoh properti yang juga telah mendahuluinya belum lama ini. Sebelumnya Menteri Perumahan Rakyat periode 1978-1988 Cosmas Batubara meninggal 8 Agustus 2019, dan Menteri Perumahan Rakyat 2004-2009 Yusuf Ashari juga meninggal dunia 14 November 2019.